Skip to main content

Posts

Showing posts from 2009

Kalau Jodoh Tak Akan Kemana

Orang-orang ”optimis” selalu berkata, jodoh kita adalah apa yang kita usahakan, bukan semata-mata pemberian dari Tuhan. Jika kita yakin dan berusaha, kita bisa mendapatkan jodoh yang kita inginkan. Seorang pria telah berpacaran dengan gadis impiannya selama bertahun-tahun, dan dia yakin bahwa gadis itu adalah jodohnya. Selama berpacaran, badai dan karang telah mereka lalui bersama. Tak ada apapun di dunia yang bisa membatalkan rencana pernikahan mereka berdua. Pada hari yang telah ditentukan, upacara pernikahan mereka diselenggarakan dengan sangat meriah. Sang pria menunjukkan dengan bangga kepada teman dan kerabat, dia bisa menikahi gadis impiannya.

Aku Bukan Wanita yang Baik

Begitu banyak hal-hal salah yang sering aku lakukan. Setiap hari, yang aku sadari maupun yang tidak. Yang aku sadari saja sudah begitu banyaknya, apalagi yang tidak. Akhir-akhir ini aku merasa harus instropeksi diri. Mengingat banyaknya hal-hal buruk yang mendekatiku.

Rasa Takut

Sebenarnya apa yang aku takuti selama ini jika berkaitan dengan kata suka atau cinta? Beberapa hari ini aku tak berhenti berpikir. Dulu aku sangat takut jatuh cinta, takut berhubungan “hati” dengan orang lain. Alasannya?

Semoga ini bukan lagi permainan

Bingung, apakah aku harus bergembira atau bagaimana?. Seseorang telah datang, menawarkan hal baik_Aku harap itu memang hal yang baik. Membawaku jauh melambung lagi bersama angan-angan. Khayalan tentang masa depan yang semua orang menginginkan kebahagiaan di dalamnya.

Keinginanku

Aku ingin mendengarkan nyanyian yang mengalun lembut hari ini. Siapa yang mau menyanyikannya untukku dengan sungguh-sungguh. Meskipun terdengar jelek adakah yang mau diam-diam menyanyikannya untukku? Aku ingin mendengar suaranya,

Aku Sedang Bersedih

Tak mampu melepasnya walau sudah tak ada, kata Letto. Seperti itulah aku. Pagi ini merasakan hal itu, tak mampu menerima sesuatu, kabar berita yang aku saksikan dengan mataku sendiri, yang aku baca dengan pikiranku sendiri. Walau aku tak percaya, tetap saja aku sakit, lagi.

Love & Sorrow

  Swallows:   Here his mate is injured and the condition is  fatal.   She was hit by a car as she swooped low across the road.    Here he brought her food and  attended to her with  love    and  compassion. 

Pusing, Judulnya.

Betul2 hari yang memusingkan. Hari ini. Aku seperti melihat bintang-bintang menari gembira di sekeliling kepalaku ini. Bintang-bintang itu menari gembira sambil menyanyikan "Twinkle2 Little Star" (Moon MaaP jika HuruP nya Salah, Maklum kita bukan orang Inggris). Ada beberapa hal yang membuatku pusing. First, Karena kegiatan kemarin, kegiatan sakral yang belum boleh aku sebutin sekarang. Perjalanan panjang kemarin mengasyikkan, pengalaman pertamaku dan juga diinginkan oleh orang2 lainnya, pasti. Hanya saja aku jadi oleng setelah melewati petualangan kemarin. Tepar Gua.

Silahkan Beri Judul Sendiri

Aku simpan cintaku hingga engkau menderita karena sikapku Mereka mencelamu dan celaan mereka adalah aniaya Musuh-musuhmu menghasut Engkau mencintai dan telah menjadi bahan gunjingan Tak ada manfaatnya menyimpan cinta

Perbedaan Indo - Malay

INDONESIA : Manohara MALAYSIA  : ManaTahannnnn... INDONESIA : Kementerian Agama MALAYSIA  : Kementerian Tak Berdosa (...Oh please.!!) INDONESIA : Angkatan Darat

Aku

Aku Tidak ada tujuan Aku adalah pengembara asing Yang menapaki tempat-tempat asing Aku nikmati kesendirian itu sebagai perempuan Lelakiku, Aku disini

Cinta

Cinta, Topik yang tidak pernah ada matinya. Menyebut lima huruf yang tersusun hingga membentuk kata cinta inimenghidupkan ribuan sel dalam tubuh dan pikiranku, berusaha untuk menafsirkan arti kata cinta. Sebagai sebuah kata saja, cinta sudah berdampak sedemikian rupa terhadap kehidupan kita sehingga........

Episode 4: Fina, Maafkan Aku

Akhirnya, sampai juga pada episode ke 4 dari cerita ini sekaligus episode terakhir yang mengharukan setidaknya bagi satu orang yaitu aku (Hehehehe). Terima kasih kepada pihak-2 yang bersedia berkunjung ke blog ini dan membaca postinganku khususnya cerita ini, Makasih banyak yeeeeee. Baiklah silahkan menikmati episode ini dan tidak perlu menyiapkan tissue karena nggak bakal sedih-sedih amat kok. Kesedihan itu dimulai pada suatu hari.......   ....................................................   Suatu hari...... Entah aku harus mensyukurinya atau tidak. Tapi belakangan aku menyesalinya apalagi hari itu berada dalam bulan suci Ramadhan, aku melakukan satu kesalahan. Kesalahan yang amat saya sesali seumur hidupku. Aku menerima pesan singkat dari Fina. Seperti biasanya, kami memang sering berkomunikasi lewat sms. Membicarakan hal-hal yang biasa saja. Saat itu aku membiarkan sepupuku untuk membalas smsnya. Aku sedang sibuk mengerjakan sesuatu. Dan aku tidak tahu apa yang...

Episode 3: Fina, Maafkan Aku.

Pernah juga suatu hari..... Hari itu entah tanggal berapa. Beberapa mahasiswa seangkatanku sedang sibuk mempersiapkan bahan seminar mereka. Kami sudah berada di ujung semester perkuliahan di kampus. Dan aku sudah melewati bagian ini beberapa hari yang lalu. Hari itu, giliran Andi yang sibuk-sibuk mempersiapkan seminar judulnya. Aku sudah berada di dalam ruangan yang nantinya akan digunakan untuk mempresentasikan materinya. Bukan. Bukan karena aku ingin menyemangati Andi, tapi

A & W (Sebuah percakapan fiksi nggak penting)

A     : Gi Ngapain Cay..?? W    : Lagi nangis, sakit perut nih. A     : Kenapa? Kamu hamil?? Hehe. W    : Hiks, Hiks. Tega banget bilang begitu, aku lagi sakit perut, biasalah cewek, jadi jelas bukan karena hamil karena aku belum nikah, AWAS YAAAH. A     : Aku kan bukan cewek jadi kagak tahu penyakit cewek, sorry yach. W    : Yaaa, tapi jangan asal gitu ngomongnya, aku lagi sensitif nih. A    : Oh, Sorry yah, kalo aku nyeplos. Namanya juga aku cowok toh..hati cowok agak sedikit kasar, lain halnya dengan hati cewek yang sangat lembut dan sangat peka, iya kah? W    : Begitulah. Kamu sendiri lagi ngapain? A    : Malam ini lagi istirahat sambil jaga-jaga, maklum lagi musim perampok. Sekedar informasi kampung aku lagi dikerumuni para perampok. W    : Lho, kamu gak perlu jaga-jaga kan rampoknya temen kamu, iya toh? A...

Episode 2: Fina Maafkan Aku

Dimulai dari...... Nilai-nilai para yunior di jurusanku tercinta pada menurun. Dosen-dosen gak berminat dan gak berselera untuk menasehati mereka lagi agar lebih giat kuliahnya. Mereka kan bukan anak SD lagi yang setiap hari harus di wanti-wanti. ”Anak-anak, rajin-rajin ya belajarnya” “Iya, Ibu Guluu” Yaa...karena melihat kondisi ini para dosen berinisiatif memfasilitasi para yunior tersebut untuk memperoleh kuliah tambahan. Kuliah tambahan yang bukan diperoleh dari dosen tapi dari kami para seniornya yang sebentar lagi tutup buku dari kampus tercinta. Sebentar lagi bakalan melempar toga. Dimana lagi kalau bukan di pelataran tangga Baruga A.P.Pettarani, tempat yang sudah dibooking kampusku sejak jaman dulu kala dan entah sampai kapan jatuh temponya.   Maka ditunjuklah beberapa dari para senior yang dianggap mampu untuk menyalurkan ilmunya. Of course , namaku dideretan paling atas para senior itu. Weits, nyombong nih. Nggak bermaksud gitu sih, tapi emang kenyataannya. Buat...

Cerber Lagi: Fina Maafkan Aku

Dia menyapaku saat bertemu di tangga jurusan Akuntansi. Sebenarnya saat itu aku belum terlalu mengenal wanita itu. Yang aku tahu adalah dia salah seorang mahasiswi di jurusanku. Dan ketika dia menyapaku tiba-tiba aku merasa senang berbicara dengannya. Biasanya tangga itu dilalui banyak mahasiswa yang naik-turun di jurusanku, kok kali ini sepi ya????. Dia menanyakan apakah aku juga mau mengikuti Basic Accounting Championship di Amik Dipanegara besok?. Aku jawab iya. Itulah.....

MEL's ADMIRE _Part II

Hari kedua seperti yang kusebutkan sebelumnya, kedua pria itu datang lagi. Kali ini dia mengirimkan pesan singkat ke Mel lagi. “Mel, aku sudah ada di halte nih, kamu ke sini yaah! Ada sesuatu yang ingin kuberikan” isi pesannya. (Kok, sama dengan pesan yang kemarin yaak, Ikh, nggak Kreatip nih cowok...). “Yaaaa...Mba Fit, dia datang lagi nih” Keluh Mel. Kriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiing. (Sebenarnya bukan gini bunyinya) Belum sempat aku menjawab keluhan Mel, handphone Mel berbunyi dengan panggilan dari ID Pria yang berada di luar itu.

MEL's ADMIRE *

Sudah dua hari kedua pria itu datang ke kos-anku. Bukan, bukan untuk menemui aku, tapi seorang temanku yang namanya tak ingin disebutkan. Baiklah kita sebut saja nama temanku itu Mel. Mel anak baru di kantor aku, tapi penggemarnya sudah banyak. Itu yang terang-terangan, kagak tahu dah yang gelap-gelapan (Secret Admire, gitu klo bahasanya si bule’). Hari pertama mereka datang untuk menjenguk Mel, hari itu Mel sakit sehingga nggak masuk kantor. Malamnya aku menemani Mel untuk menemui kedua pria itu di halte depan kos-an.

KONFLIK

“AKU JUGA PUNYA TANGGUNG JAWAB”, dengan nada marah Vani mengucapkan kata-kata itu ketika keluar dari ruangan supervisornya. Entah apa yang terjadi di dalam ruangan itu. Mungkin terjadi perdebatan antara Vina dengan pak Firman. Kira-kira sekitar 20 menit Vani di ruangan itu. Dan sangat mengagetkan kami, Aku dan Dina ketika dia keluar dengan nada marah seperti tadi lalu tiba-tiba wajahnya sedih dan menagis. Suasana sore itu berubah menjadi sedikit tegang, padahal beberapa menit yang lalu kami masih tertawa bersama. Aku, Dina, Yuni dan Vani. Mungkin karena kami terlalu banyak tertawa lalu kemudian kami harus bersedih sekarang. Aku dan Dina masih belum tahu apa yang terjadi ketika mendekati Vani. “ Ada apa Van?, Kenapa kau menagis?” Vani diam. Masih merebahkan wajah di meja kerjanya dan terdengar isak tangis yang ditahan tapi kami mendengarnya dengan jelas. “Apa yang terjadi Van?” Dia masih diam. “Ayolah Van, kami nggak tahu harus berbuat apa karena kami nggak mengerti...

So Touching

Syahdan, di Madinah, tinggallah seorang pemuda bernama Zulebid. Dikenal sebagai pemuda yang baik di kalangan para sahabat. Juga dalam hal ibadahnya termasuk orang yang rajin dan taat. Dari sudut ekonomi dan finansial, ia pun tergolong berkecukupan. Sebagai seorang yang telah dianggap mampu, ia hendak melaksanakan sunnah Rasul yaitu menikah. Beberapa kali ia meminang gadis di kota itu, namun selalu ditolak oleh pihak orang tua ataupun sang gadis dengan berbagai alasan. Akhirnya pada suatu pagi, ia menumpahkan kegalauan tersebut kepada sahabat yang dekat dengan Rasulullah. “Coba engkau temui langsung Baginda Nabi, semoga engkau mendapatkan jalan keluar yang terbaik bagimu”, nasihat mereka. Zulebid kemudian mengutarakan isi hatinya kepada Baginda Nabi. Sambil tersenyum beliau berkata: “Maukah engkau saya nikahkan dengan putri si Fulan?” “Seandainya itu adalah saran darimu, saya terima. Ya Rasulullah, putri si Fulan itu terkenal akan kecantikan dan kesholihannya, dan hingg...

ICUL (By: Sastrasukabumi)

Arya mengambil anak kunci di saku celananya. Setelah itu memasukkannya ke lubang kunci di daun pintu. Ditekannya handel pintu itu. Lantas ia mendorong daun pintu rumah kost kami. Dan pintu itu terbuka lebar. Kami pun bergerombol masuk ke dalam ruangan yang hanya terdapat satu sofa, satu meja dan pesawat televisi itu. Ucok langsug menghidupkan layar kaca 21 inch. Sedang aku pergi ke dapur. Membuat tiga cangkir kopi hitam untuk kami bertiga. Dan setelah jadi benda kesukaan kami itu aku bawa ke ruang tamu. Di sana Ucok dan Arya telah asyik memelototi layar kaca itu. “Gue yakin Inggris akan menang. Kejayaan Brasil telah lewat,” Ucok berkomentar tentang pertandingan sepakbola yang akan kami tonton. “Betul, Brasil tidak ada apa-apanya lagi. Sekarang giliran Inggris,” tambahku menguatkan pertandingan perempat final Piala Dunia 2002 yang diadakan di Shuzuka Jepang itu. “Belum tentu. Lihat aja, sejak babak penyisihan Brasil sudah bagus. Semua dilibasnya,” Arya tidak mau kalah. Dan kami berseman...

I Don't Know Him Anymore

Aku tidak ingin mengenalnya lagi. Semua tentangnya sudah aku jauhkan dariku. Aku merasa capek juga untuk menghilangkan itu semua. Karena terlalu banyak yang aku tahu tentang dia. Buat apa terus menyimpannya kalau dia sendiri nggak menganggapku. Lagian kenangan apa yang bisa aku simpan??? NGGAK ADA. Tapi, benarkah dia sudah betul-betul terdelete dalam hidupku?. Mungkin jawabanya "Belum" . Iyaa...aku akui itu. Belum. Sudah beberapa kali aku menulis "Ketetapan" seperti ini dalam hati dan diaryku, dan sudah beberapa kali juga aku melanggar ketetapan itu. (Dasar Wanita nggak punya prinsip yaaaa....). Menghindar dengan pergi merantau di tempat yang jauh pun nggak bisa. Nggak bisa aku menghilangkan rasa 2S (baca:sayang dan sakit) itu. Insya Allah suatu saat semuanya akan terdelete sempurna. Deleted Complete. Satu persatu, perlahan-lahan, biar rasa sakit itu sedikit demi sedikit menjauh. Aku capek menangisinya terus. Persediaan air mataku sudah hampir habis kali ya...(Heh...

Peter Pan - yang Terdalam

Peter Pan – Yang Terdalam Kulepas semua yang ku inginkan Tak akan ku ulangi Maafkan jika kau kusayangi Dan bila kumenanti Pernahkah engkau coba mengerti Lihatlah ku disini Mungkinkah jika aku bermimpi Salahkah tuk menanti reff: Takkan lelah aku menanti Takkan hilang cintaku ini Hingga saat kau tlah kembali Kan kukenang di hati saja Kau telah tinggalkan Hati yang terdalam Hingga tiada cinta Yang tersisa di jiwa Popularity: 4% [ ? ] Lirik lagu Peter Pan – Yang Terdalam ini dipersembahkan oleh LirikLaguIndonesia.Net . Kunjungi DownloadLaguIndonesia.Net untuk download MP3 Peter Pan – Yang Terdalam .

Menapaki Tempat-tempat Asing

Pukul 08.30, Klik.....aku mengunci pintu kamar kos ku. lalu dengan membaca Basmalah aku melangkahkan kaki menuju tempat asing yang pertama. Ada banyak mobil, mikrolet, metro mini, bus way, mobil dan motor pribadi juga banyak berlalu lalang. Ini tempat kedua yang aku injak hari ini tapi tempat asing yang pertama. ketika aku memandang ke atas tampak pula mobil yang lalu lalang di atas kepalaku. Oh, itu namanya Fly Over. Hehehe. Lalu kemudian aku tahu, tempat ini bernama Terminal Kampung Melayu. Dari sana aku menuju suatu tempat lagi yang bernama Buaran, berdasarkan petunjuk dari teman, untuk menuju ke Buaran aku harus naik metro mini 506. Wuiiiih, ternyata jauuuh. sepanjang perjalanan serasa asiiing bagiku. Eh, aku melihat sekumpulan orang di depan gedung bertingkat dengan tulisan PGJ di depannya. Ada apa yah? Aku melihat lewat jendela berusaha mencari tahu. Tahu ada dimana ya??? hehehe. ooooh, ternyata acara Inbox, siaran langsung dari tempat itu. Eh, ada si Ivan, Gede banget yak?, Gad...