Skip to main content

Aku Sedang Bersedih


Tak mampu melepasnya walau sudah tak ada, kata Letto. Seperti itulah aku. Pagi ini merasakan hal itu, tak mampu menerima sesuatu, kabar berita yang aku saksikan dengan mataku sendiri, yang aku baca dengan pikiranku sendiri. Walau aku tak percaya, tetap saja aku sakit, lagi.


Aku pernah merasa memilikinya, dan betapa sakit ketika aku sadar bahwa aku hanya merasa saja. Aku tidak pernah mengira kalau dia kan sirna, walau aku gak percaya. Ada rasa kehilangan karena aku pernah merasa memilikinya. Rasa kehilangan itu sekarang makin membuncah, membawa rasa sakit pula. Sedih, gelisah, gusar, gundah, aaaargh apalah namanya itu...

Sekali lagi, Aaaarrrgggghhh......
Siapalah aku ini, hanya bagaikan debu baginya. Yang hanya bisa menusuk mata dan pandangan jika di hadapannya. Juga di hadapan orang2 lainnya. Hilang tak berbekas setelah dibersihkan dengan sedikit sabun, atau bahkan hanya dengan  tiupan angin yang lewat. Aku hilang tak disesalkan.

Tak sedikitpun aku dianggap, tak secuil, tak seujungkuku pun. Apalagi yah istilah untuk mengungkapkan itu?. Namun bagiku, dia sangat berarti. Dia memberiku pengalaman yang amat berharga. Dia sering menemani, menghibur dan menyayangiku di alam mimpi. Memberiku inspirasi untuk menangis, merenung dan menulis. Mengingatnya, kadang membuatku bahagia tapi lebih banyak menguras air mataku. Mengetahui kabarnya adalah  hal yang membuatku bersemangat setiap pagi.

Tapi, pagi ini....... hatiku luluh lantak, hancur lebur berkeping-keping (Lebay yah? Emang Kok) setelah membaca kabar darinya itu. Hiks...hiks...hiks. Gimana sih kata-kata yang tepat untuk menggambarkan kesedihanku sekarang??? Agar kalian, para pengunjung blogku bisa mengerti bahwa aku sedang bersedih.

Comments

Popular posts from this blog

FAIRY

Pengen deh jadi angel, Peri, bidadari atau apalah namanya... mereka tampak cantik sekali... Atau seperti putri2 dalam cerita dongeng. 

Bendahara Harus Mahir Pajak (Part 2)

Ehhem.... Singkirkan segala macam tumpukan kertas dari hadapanku... aku mau ngetik, ngisi blog .... mumpung lagi ada inspirasi dan kesempatan.......masa' iya tahun 2017 sudah di Septembernya tapi blogku masih kosonng. HAI HAI HAIIII... jumpa lagi dengan tulisan tak penting dari akuuuu... Assalamu alaikuuuum... Apa kabar? Udah pada nunggu lanjutan "Bendahara Harus Mahir Pajak"" Yaaaaa????  Apa?  ENGGAk??  HIKSss.. BUBAAArrrr... ..............

BENDAHARA HARUS MAHIR PAJAK (PART I)

Assalamualaikum.... Akhir-akhir ini jadi rempong sendiri melayani para bendahara pengeluaran pembantu alias bendahara di puskesmas yang sering bertanya soal pajak. Gimana cara ngitungnya, berapa tarifnya, apa jenis pajaknya, gimana SSP nya?? macam-macam lah pertanyaannya. Jadi bosan ditanya terus, bahkan sudah berulangkali dijelaskan juga masih bertanya lagi.... Saya sih maklum dan coba sabar ajah, mengingat latar belakang pendidikan mereka rata-rata dari ilmu kesehatan. Nah Loh, kok jadi bendahara?? yaa.. mau gimana lagi, kalo tenaga yang disediakan cuma itu. Seharusnya kan pekerjaan seperti itu ditangani oleh ahlinya juga, tapi APBD maupun APBN belum mampu untuk pengadaan pegawai lagi. Ah, kok malah bahas pengadaan pegawai. Back to topik....