Skip to main content

Semoga ini bukan lagi permainan

Bingung, apakah aku harus bergembira atau bagaimana?. Seseorang telah datang, menawarkan hal baik_Aku harap itu memang hal yang baik. Membawaku jauh melambung lagi bersama angan-angan. Khayalan tentang masa depan yang semua orang menginginkan kebahagiaan di dalamnya.

Bisakah aku percaya pada orang ini, setelah beberapa pengalaman sebelumnya?. Hati kecilku masih bertanya seperti itu. Dimana aku bisa menemukan jawabannya?


Yang harus aku lakukan mungkin adalah mencoba dan berani untuk melalui bagian ini, dengan begitu aku akan tahu jawaban pertanyaan hatiku. Akankah menyakitkan lagi atau menyenangkan, akan aku tahu jawabannya jika aku berani. 

Bismillah
Dengan menyebut namamu ya Allah, aku bangun di pagi ini.
Dengan namamu ya Allah, aku melangkah memulai hariku.
Dengan namamu ya Allah, aku menyambut tawarannya menjadi kakak tersayang baginya.
Semoga ini bukan lagi permainan. 
Amin.

Comments

  1. gak terlalu mengerka' maksudmu, awalnya saya kira ada seseorang yg nawarin kerja ato bisnis dan semacamnya lah yg menjajikan u masa depan. tapi di akhirnya ada kata2 menyakitkan atau menyenangkan. truz ada lagi manjadi kakak tersayang baginya.
    jadi bingung tolong di jelaskan yahhh???

    ReplyDelete
  2. Ehhem...
    Begini...
    Bagaimana ya?
    E e e e e
    penjelasannya seperti ini...
    hmmmn...

    Janganmi dijelaskan deh. PanjangKi bela. Hihihi

    Oia, Buat Mr. Anonim di atas yang saya tahu bernama asli Muhammad Ilyas:
    Baca cerpen aku juga dounk yang sudah lawas2 tuh di bawah... jangan lupa kasih komen.
    ^_^

    ReplyDelete

Post a Comment

Jangan keluar.....
sebelum meninggalkan Comment Ya......

Popular posts from this blog

FAIRY

Pengen deh jadi angel, Peri, bidadari atau apalah namanya... mereka tampak cantik sekali... Atau seperti putri2 dalam cerita dongeng. 

Bendahara Harus Mahir Pajak (Part 2)

Ehhem.... Singkirkan segala macam tumpukan kertas dari hadapanku... aku mau ngetik, ngisi blog .... mumpung lagi ada inspirasi dan kesempatan.......masa' iya tahun 2017 sudah di Septembernya tapi blogku masih kosonng. HAI HAI HAIIII... jumpa lagi dengan tulisan tak penting dari akuuuu... Assalamu alaikuuuum... Apa kabar? Udah pada nunggu lanjutan "Bendahara Harus Mahir Pajak"" Yaaaaa????  Apa?  ENGGAk??  HIKSss.. BUBAAArrrr... ..............

BENDAHARA HARUS MAHIR PAJAK (PART I)

Assalamualaikum.... Akhir-akhir ini jadi rempong sendiri melayani para bendahara pengeluaran pembantu alias bendahara di puskesmas yang sering bertanya soal pajak. Gimana cara ngitungnya, berapa tarifnya, apa jenis pajaknya, gimana SSP nya?? macam-macam lah pertanyaannya. Jadi bosan ditanya terus, bahkan sudah berulangkali dijelaskan juga masih bertanya lagi.... Saya sih maklum dan coba sabar ajah, mengingat latar belakang pendidikan mereka rata-rata dari ilmu kesehatan. Nah Loh, kok jadi bendahara?? yaa.. mau gimana lagi, kalo tenaga yang disediakan cuma itu. Seharusnya kan pekerjaan seperti itu ditangani oleh ahlinya juga, tapi APBD maupun APBN belum mampu untuk pengadaan pegawai lagi. Ah, kok malah bahas pengadaan pegawai. Back to topik....