Cinta,
Topik yang tidak pernah ada matinya. Menyebut lima huruf yang tersusun hingga membentuk kata cinta inimenghidupkan ribuan sel dalam tubuh dan pikiranku, berusaha untuk menafsirkan arti kata cinta.
Sebagai sebuah kata saja, cinta sudah berdampak sedemikian rupa terhadap kehidupan kita sehingga........
Sehingga ketika menjadi sebuah rasa, cinta akan menjadi penguasa. Penguasa segala keadaan dan tindakan. Amarah berubah menjadi asmara, sedih menjadi senang, air mata menjadi mutiara (Iya kah??). Gundah, gelisah, benci dan sifat serta keadaan negatif lainnya akan beralih ke isi yang berlawanan.
Begitu dahsyatnya kata dan rasa ini merubah setiap sendi kehidupan seseorang yang sedang dilandanya.
Tapi terkadang, cinta yang terlalu berlebihan juga bisa membawa mudharat. Itulah cinta buta. Karena cinta memang tidak punya mata. Jika sudah seperti ini aku bertanya kembali apakah sebenarnya arti cinta itu?. Lalu apa pula itu cinta buta?.
Mungkin, ketika rasa cinta menggerogoti hati sedemikian rapat dan tidak ada lagi tempat untuk logika dan rasa lainnya. Keinginan utuk memiliki cinta orang yang dicintai menjadi penguasa hati.
Lalu apa yang bisa dilakukan hati, jika cinta sudah menutup matanya?. Maka berdoalah kepada Tuhan untuk menetapkan hati agar tidak terbolak-balik dan tidak dikuasai oleh cinta, cinta buta kepada mahkluk yang hanya bersifat sementara.
“Wahai yang membolak-balikkan hati dan pandangan, teguhkanlah selalu hatiku dalam ketaatan terhadapMu dan jangan Kau gelincirkan hatiku setelah kau berikan petunjuk kepadaku”
Well,
Mari kita bahas cinta, cinta yang normal lagi yang pernah aku alami. Bersediakah kalian untuk terus membaca? Of course yaaa.
Cinta yang aku alami berawal dariNya. Aku ada karena cintaNya. Allah mencintaiku, lalu Dia memberi aku ijin untuk muncul di kehidupan cinta kedua orang tuaku. Aku dititpkan Allah kepada mereka untuk dididik dengan cinta agar menjadi manusia yang kemudian juga bisa membagi cinta itu kembali kepada mereka, keluarga lainnya, lingkungan, teman dan kepada lawan jenisku. Semua itu agar makin dicintai oleh Allah.
Itulah cinta yang sesungguhnya dan itu bukan cinta buta.
Berhati-hatilah jika merasa mencintai karena cinta sejati itu beda tipis dengan cinta buta. Saudara kembar yang sifatnya seperti dongeng bawang merah dan bawang putih, berbeda bagai kutub-kutub magnet tapi tetap dalam satu batang, dua sisi mata uang dalam satu lingkaran.
Hmmmn..
Seperti yang aku katakan di awal, cinta itu topik yang tidak ada habisnya. Jika saja tidak ada rasa ngantuk yang melandaku malam ini, catatan tentang cinta, cinta dan cinta ini akan terus mengalir lewat pena hit am yang aku pegang dari kiri ke kanan kertas catatanku hingga tintanya habis.
Sebelum aku mengakhiri catatan penuh cinta ini, aku punya satu pertanyaan untuk kalian jawab. Tolong beri tahu aku karena aku belum tahu jawabannya. Aku tidak pernah berusaha untuk mencari tahu. Mungkin dengan ini aku bisa tahu dan menghilangkan rasa ragu yang telah lama bersarang di benakku (Meminjam Kata2 ST12).
The question is:
Ada berapa kata “Cinta” yang aku tuliskan dalam wacana_Jika memang bisa disebut wacana_di atas?.
***
Kutulis di malam tanggal 18 November 2009, Pukul 23.30
Ketika mata belum bisa terlelap.
Sendiri di ruang kotak, ruang segi empat pribadiku.
Merenungi cinta.
Topik yang tidak pernah ada matinya. Menyebut lima huruf yang tersusun hingga membentuk kata cinta inimenghidupkan ribuan sel dalam tubuh dan pikiranku, berusaha untuk menafsirkan arti kata cinta.
Sebagai sebuah kata saja, cinta sudah berdampak sedemikian rupa terhadap kehidupan kita sehingga........
Sehingga ketika menjadi sebuah rasa, cinta akan menjadi penguasa. Penguasa segala keadaan dan tindakan. Amarah berubah menjadi asmara, sedih menjadi senang, air mata menjadi mutiara (Iya kah??). Gundah, gelisah, benci dan sifat serta keadaan negatif lainnya akan beralih ke isi yang berlawanan.
Begitu dahsyatnya kata dan rasa ini merubah setiap sendi kehidupan seseorang yang sedang dilandanya.
Tapi terkadang, cinta yang terlalu berlebihan juga bisa membawa mudharat. Itulah cinta buta. Karena cinta memang tidak punya mata. Jika sudah seperti ini aku bertanya kembali apakah sebenarnya arti cinta itu?. Lalu apa pula itu cinta buta?.
Mungkin, ketika rasa cinta menggerogoti hati sedemikian rapat dan tidak ada lagi tempat untuk logika dan rasa lainnya. Keinginan utuk memiliki cinta orang yang dicintai menjadi penguasa hati.
Lalu apa yang bisa dilakukan hati, jika cinta sudah menutup matanya?. Maka berdoalah kepada Tuhan untuk menetapkan hati agar tidak terbolak-balik dan tidak dikuasai oleh cinta, cinta buta kepada mahkluk yang hanya bersifat sementara.
“Wahai yang membolak-balikkan hati dan pandangan, teguhkanlah selalu hatiku dalam ketaatan terhadapMu dan jangan Kau gelincirkan hatiku setelah kau berikan petunjuk kepadaku”
Well,
Mari kita bahas cinta, cinta yang normal lagi yang pernah aku alami. Bersediakah kalian untuk terus membaca? Of course yaaa.
Cinta yang aku alami berawal dariNya. Aku ada karena cintaNya. Allah mencintaiku, lalu Dia memberi aku ijin untuk muncul di kehidupan cinta kedua orang tuaku. Aku dititpkan Allah kepada mereka untuk dididik dengan cinta agar menjadi manusia yang kemudian juga bisa membagi cinta itu kembali kepada mereka, keluarga lainnya, lingkungan, teman dan kepada lawan jenisku. Semua itu agar makin dicintai oleh Allah.
Itulah cinta yang sesungguhnya dan itu bukan cinta buta.
Berhati-hatilah jika merasa mencintai karena cinta sejati itu beda tipis dengan cinta buta. Saudara kembar yang sifatnya seperti dongeng bawang merah dan bawang putih, berbeda bagai kutub-kutub magnet tapi tetap dalam satu batang, dua sisi mata uang dalam satu lingkaran.
Hmmmn..
Seperti yang aku katakan di awal, cinta itu topik yang tidak ada habisnya. Jika saja tidak ada rasa ngantuk yang melandaku malam ini, catatan tentang cinta, cinta dan cinta ini akan terus mengalir lewat pena hit am yang aku pegang dari kiri ke kanan kertas catatanku hingga tintanya habis.
Sebelum aku mengakhiri catatan penuh cinta ini, aku punya satu pertanyaan untuk kalian jawab. Tolong beri tahu aku karena aku belum tahu jawabannya. Aku tidak pernah berusaha untuk mencari tahu. Mungkin dengan ini aku bisa tahu dan menghilangkan rasa ragu yang telah lama bersarang di benakku (Meminjam Kata2 ST12).
The question is:
Ada berapa kata “Cinta” yang aku tuliskan dalam wacana_Jika memang bisa disebut wacana_di atas?.
***
Kutulis di malam tanggal 18 November 2009, Pukul 23.30
Ketika mata belum bisa terlelap.
Sendiri di ruang kotak, ruang segi empat pribadiku.
Merenungi cinta.

Comments
Post a Comment
Jangan keluar.....
sebelum meninggalkan Comment Ya......