Skip to main content

I Don't Know Him Anymore

Aku tidak ingin mengenalnya lagi. Semua tentangnya sudah aku jauhkan dariku. Aku merasa capek juga untuk menghilangkan itu semua. Karena terlalu banyak yang aku tahu tentang dia.

Buat apa terus menyimpannya kalau dia sendiri nggak menganggapku. Lagian kenangan apa yang bisa aku simpan??? NGGAK ADA.

Tapi, benarkah dia sudah betul-betul terdelete dalam hidupku?. Mungkin jawabanya "Belum". Iyaa...aku akui itu. Belum.

Sudah beberapa kali aku menulis "Ketetapan" seperti ini dalam hati dan diaryku, dan sudah beberapa kali juga aku melanggar ketetapan itu. (Dasar Wanita nggak punya prinsip yaaaa....).

Menghindar dengan pergi merantau di tempat yang jauh pun nggak bisa. Nggak bisa aku menghilangkan rasa 2S
(baca:sayang dan sakit) itu.

Insya Allah suatu saat semuanya akan terdelete sempurna. Deleted Complete.

Satu persatu, perlahan-lahan, biar rasa sakit itu sedikit demi sedikit menjauh. Aku capek menangisinya terus. Persediaan air mataku sudah hampir habis kali ya...(Hehehe, Ada-ada aja).


Comments

  1. semangat yaaahhh...
    semoga slalu diberikan jalan yg terbaik.
    ini betulan toh???

    ReplyDelete

Post a Comment

Jangan keluar.....
sebelum meninggalkan Comment Ya......

Popular posts from this blog

FAIRY

Pengen deh jadi angel, Peri, bidadari atau apalah namanya... mereka tampak cantik sekali... Atau seperti putri2 dalam cerita dongeng. 

Bendahara Harus Mahir Pajak (Part 2)

Ehhem.... Singkirkan segala macam tumpukan kertas dari hadapanku... aku mau ngetik, ngisi blog .... mumpung lagi ada inspirasi dan kesempatan.......masa' iya tahun 2017 sudah di Septembernya tapi blogku masih kosonng. HAI HAI HAIIII... jumpa lagi dengan tulisan tak penting dari akuuuu... Assalamu alaikuuuum... Apa kabar? Udah pada nunggu lanjutan "Bendahara Harus Mahir Pajak"" Yaaaaa????  Apa?  ENGGAk??  HIKSss.. BUBAAArrrr... ..............

BENDAHARA HARUS MAHIR PAJAK (PART I)

Assalamualaikum.... Akhir-akhir ini jadi rempong sendiri melayani para bendahara pengeluaran pembantu alias bendahara di puskesmas yang sering bertanya soal pajak. Gimana cara ngitungnya, berapa tarifnya, apa jenis pajaknya, gimana SSP nya?? macam-macam lah pertanyaannya. Jadi bosan ditanya terus, bahkan sudah berulangkali dijelaskan juga masih bertanya lagi.... Saya sih maklum dan coba sabar ajah, mengingat latar belakang pendidikan mereka rata-rata dari ilmu kesehatan. Nah Loh, kok jadi bendahara?? yaa.. mau gimana lagi, kalo tenaga yang disediakan cuma itu. Seharusnya kan pekerjaan seperti itu ditangani oleh ahlinya juga, tapi APBD maupun APBN belum mampu untuk pengadaan pegawai lagi. Ah, kok malah bahas pengadaan pegawai. Back to topik....