Skip to main content

Wajah Kekasih

Kumenyaksikan dedaun kekeringan
Turun ke Bumi, gersang tiada penghuni
Tiada mentari, awan pun suram
Seperti waktu terhenti

Kumenyaksikan seraut wajah
Yang hampa tak berpenghalang
Kehilangan semua harapan
Seperti cinta yang terkubur

Mungkinkah untukku menghindari
Goresan luka di hati
Jiwaku resah, apakah kesudahannya
Kecewa atau bahagia

Kuyakinkan diriku demi rinduku
Penawarnya hanyalah wajah kekasih


***

"Ko' cinta dihilangin sih, biar aku yang selamatin biar cinta tetap utuh"

Katanya mau nyelamatin cinta
Tapi kini cinta sedang terisak.

"Klo bunganya belum mekar biar aku yang siram supaya bunganya cepat kebuka"

Katanya mau nyiram bunga itu
Tapi kini bunga makin layu
Menanti segarnya air yang kau janjikan
Tapi sebentar lagi, mungkin bunga akan mati.

Dimana?
Kamu sekarang dimana?
Cinta itu tak bisa terselamatkan
Bunga itu tak akan bisa mekar

Esok pagi,
Cinta dan Bunga akan mati.


Rabu Malam, 16 Juli 2008

Comments

Popular posts from this blog

FAIRY

Pengen deh jadi angel, Peri, bidadari atau apalah namanya... mereka tampak cantik sekali... Atau seperti putri2 dalam cerita dongeng. 

Bendahara Harus Mahir Pajak (Part 2)

Ehhem.... Singkirkan segala macam tumpukan kertas dari hadapanku... aku mau ngetik, ngisi blog .... mumpung lagi ada inspirasi dan kesempatan.......masa' iya tahun 2017 sudah di Septembernya tapi blogku masih kosonng. HAI HAI HAIIII... jumpa lagi dengan tulisan tak penting dari akuuuu... Assalamu alaikuuuum... Apa kabar? Udah pada nunggu lanjutan "Bendahara Harus Mahir Pajak"" Yaaaaa????  Apa?  ENGGAk??  HIKSss.. BUBAAArrrr... ..............

BENDAHARA HARUS MAHIR PAJAK (PART I)

Assalamualaikum.... Akhir-akhir ini jadi rempong sendiri melayani para bendahara pengeluaran pembantu alias bendahara di puskesmas yang sering bertanya soal pajak. Gimana cara ngitungnya, berapa tarifnya, apa jenis pajaknya, gimana SSP nya?? macam-macam lah pertanyaannya. Jadi bosan ditanya terus, bahkan sudah berulangkali dijelaskan juga masih bertanya lagi.... Saya sih maklum dan coba sabar ajah, mengingat latar belakang pendidikan mereka rata-rata dari ilmu kesehatan. Nah Loh, kok jadi bendahara?? yaa.. mau gimana lagi, kalo tenaga yang disediakan cuma itu. Seharusnya kan pekerjaan seperti itu ditangani oleh ahlinya juga, tapi APBD maupun APBN belum mampu untuk pengadaan pegawai lagi. Ah, kok malah bahas pengadaan pegawai. Back to topik....