Kumenyaksikan dedaun kekeringan
Turun ke Bumi, gersang tiada penghuni
Tiada mentari, awan pun suram
Seperti waktu terhenti
Kumenyaksikan seraut wajah
Yang hampa tak berpenghalang
Kehilangan semua harapan
Seperti cinta yang terkubur
Mungkinkah untukku menghindari
Goresan luka di hati
Jiwaku resah, apakah kesudahannya
Kecewa atau bahagia
Kuyakinkan diriku demi rinduku
Penawarnya hanyalah wajah kekasih
***
Katanya mau nyelamatin cinta
Tapi kini cinta sedang terisak.
"Klo bunganya belum mekar biar aku yang siram supaya bunganya cepat kebuka"
Katanya mau nyiram bunga itu
Tapi kini bunga makin layu
Menanti segarnya air yang kau janjikan
Dimana?
Kamu sekarang dimana?
Cinta itu tak bisa terselamatkan
Bunga itu tak akan bisa mekar
Esok pagi,
Cinta dan Bunga akan mati.
Rabu Malam, 16 Juli 2008


Comments
Post a Comment
Jangan keluar.....
sebelum meninggalkan Comment Ya......