Skip to main content

Cinta Akuntansi atau Akuntansi Cinta...???


Wahai belahan jiwaku,
'Debetlah' cintaku di 'neraca' hatimu..
Kan ku 'jurnal' setiap 'transaksi' rindumu...
Hingga setebal 'laporan keuanganku'....

Wahai kekasih hatiku,

Jadikan aku 'manager investasi' cintamu..
Kan ku-'hedging' kasih dan sayangmu...
Di setiap lembaran 'portfolio' hatiku....

Bila masa 'jatuh tempo' telah tiba,
Jangan kau 'retur' kenangan indah kita..
Biarlah ia bersemayam di 'reksadana' asmara...
Berkelana di antara 'aktiva' dan 'passiva'....

Wahai mutiara kalbu,
Hanya kaulah 'master budget' hatiku..
'Inventori' cintaku yang syahdu...
'General Ledger' ku yang tak lekang oleh waktu

Sayangku
dunia tak kan mengerti,
mengapa tidak ada trade off diantara kita

cintaku padamu tak hingga seperti kurva 'elastis sempurna'
aku tak akan 'shift' cintaku padamu dan akan ku 'monopoli' cintamu padaku
substitution effect dan income effect tak akan mempengaruhi cinta kita
karena hati kita telah ber 'merger'

cintaku takkan terhitung dengan binomial, poisson, maupun derivatif
hanya padamu, hatiku mencapai perpotongan antara budget line dan indifference curve

Sumber: Catatan teman di FB

Comments

Popular posts from this blog

FAIRY

Pengen deh jadi angel, Peri, bidadari atau apalah namanya... mereka tampak cantik sekali... Atau seperti putri2 dalam cerita dongeng. 

Bendahara Harus Mahir Pajak (Part 2)

Ehhem.... Singkirkan segala macam tumpukan kertas dari hadapanku... aku mau ngetik, ngisi blog .... mumpung lagi ada inspirasi dan kesempatan.......masa' iya tahun 2017 sudah di Septembernya tapi blogku masih kosonng. HAI HAI HAIIII... jumpa lagi dengan tulisan tak penting dari akuuuu... Assalamu alaikuuuum... Apa kabar? Udah pada nunggu lanjutan "Bendahara Harus Mahir Pajak"" Yaaaaa????  Apa?  ENGGAk??  HIKSss.. BUBAAArrrr... ..............

BENDAHARA HARUS MAHIR PAJAK (PART I)

Assalamualaikum.... Akhir-akhir ini jadi rempong sendiri melayani para bendahara pengeluaran pembantu alias bendahara di puskesmas yang sering bertanya soal pajak. Gimana cara ngitungnya, berapa tarifnya, apa jenis pajaknya, gimana SSP nya?? macam-macam lah pertanyaannya. Jadi bosan ditanya terus, bahkan sudah berulangkali dijelaskan juga masih bertanya lagi.... Saya sih maklum dan coba sabar ajah, mengingat latar belakang pendidikan mereka rata-rata dari ilmu kesehatan. Nah Loh, kok jadi bendahara?? yaa.. mau gimana lagi, kalo tenaga yang disediakan cuma itu. Seharusnya kan pekerjaan seperti itu ditangani oleh ahlinya juga, tapi APBD maupun APBN belum mampu untuk pengadaan pegawai lagi. Ah, kok malah bahas pengadaan pegawai. Back to topik....