Skip to main content

Ogah pulang

Padahal setengah jam lagi sudah jam pulang kantor, tapi vitri enggan sekali untuk beranjak dari monitor ini. Vitri sudah sangat terikat dengan monitor di depanku ini. 
Vitri malas pulang, tapi klo pengen bermalam di sini juga takuuuut. Nggak ada yang nemenin. Kan ada saatnya juga vitri bakalan kelelahan dengan tuts keyboard, tapi sekarang vitri masih pengen bercumbu dengannya. Vitri belum mau pulaaaaaang (Merengek nih...)
Sesampainya di rumah vitri nggak bisa bertemu monitor lagi. Nggak ada monitor di rumah vitri.
Nggak bisa ketak-ketik lagi. 
Nggak kebayang kl vitri belum dapat kerja, dimana vitri bisa menumpahkan rindu pada tuts2 keyboard. Pada blognya Vitri_Jalee, pada Sisi Lain Fitri. 

Impian buat punya monitor di rumah kayaknya masih jauh. 
Vitri harus wujud_in impian2 orang2 terdekat vitri dulu.
Baru deh, Vitri perhatiin diri sendiri.

Comments

Popular posts from this blog

FAIRY

Pengen deh jadi angel, Peri, bidadari atau apalah namanya... mereka tampak cantik sekali... Atau seperti putri2 dalam cerita dongeng. 

Bendahara Harus Mahir Pajak (Part 2)

Ehhem.... Singkirkan segala macam tumpukan kertas dari hadapanku... aku mau ngetik, ngisi blog .... mumpung lagi ada inspirasi dan kesempatan.......masa' iya tahun 2017 sudah di Septembernya tapi blogku masih kosonng. HAI HAI HAIIII... jumpa lagi dengan tulisan tak penting dari akuuuu... Assalamu alaikuuuum... Apa kabar? Udah pada nunggu lanjutan "Bendahara Harus Mahir Pajak"" Yaaaaa????  Apa?  ENGGAk??  HIKSss.. BUBAAArrrr... ..............

BENDAHARA HARUS MAHIR PAJAK (PART I)

Assalamualaikum.... Akhir-akhir ini jadi rempong sendiri melayani para bendahara pengeluaran pembantu alias bendahara di puskesmas yang sering bertanya soal pajak. Gimana cara ngitungnya, berapa tarifnya, apa jenis pajaknya, gimana SSP nya?? macam-macam lah pertanyaannya. Jadi bosan ditanya terus, bahkan sudah berulangkali dijelaskan juga masih bertanya lagi.... Saya sih maklum dan coba sabar ajah, mengingat latar belakang pendidikan mereka rata-rata dari ilmu kesehatan. Nah Loh, kok jadi bendahara?? yaa.. mau gimana lagi, kalo tenaga yang disediakan cuma itu. Seharusnya kan pekerjaan seperti itu ditangani oleh ahlinya juga, tapi APBD maupun APBN belum mampu untuk pengadaan pegawai lagi. Ah, kok malah bahas pengadaan pegawai. Back to topik....