Sebenarnya apa yang aku takuti selama ini jika berkaitan dengan kata suka atau cinta?
Beberapa hari ini aku tak berhenti berpikir.
Dulu aku sangat takut jatuh cinta, takut berhubungan “hati” dengan orang lain. Alasannya?
Entahlah…………. Mungkin takut sakit, kecewa, takut bahagia, tercandu oleh rasa itu atau karena sadar bagaimana ketika aku menyayangi seseorang. Mungkin, aku kini lupa alasannya……….. Atau mungkin merasa aku tak pantas untuk disukai.
Ketika berkaca aku melihat bahwa aku tak cantik, aku bukan orang yang baik dan aku pun tak terlalu pandai. Jadi rasanya gila saja jika orang sampai menyukaiku… Itulah yang aku katakan pada seseorang dulu saat kusadari dia mulai memperhatikan aku. Bodoh mungkin……. atau tepatnya tak bersyukur……..
Ketika berkaca aku melihat bahwa aku tak cantik, aku bukan orang yang baik dan aku pun tak terlalu pandai. Jadi rasanya gila saja jika orang sampai menyukaiku… Itulah yang aku katakan pada seseorang dulu saat kusadari dia mulai memperhatikan aku. Bodoh mungkin……. atau tepatnya tak bersyukur……..
Kini aku sadar kenapa aku takut disukai orang karena aku takut menyakitinya. Karena orang itu biasanya orang yang tidak aku sukai (seringnya seperti itu).Aku takut dia sakit hati seperti ketika aku menyukai orang lain dan sama tak disukai juga.
Dulu pernah aku bertanya pada dua sahabatku yang berbeda gender. Lebih enak atau lebih suka dicintai atau mencintai? Sahabatku cowok bilang, ”Lebih enak dicintai” dengan alasan yang tak pernah lagi aku ingat. Namun sebaliknya sahabatku cewek bilang ,”Lebih suka kalau mencintai” dengan alasan ketika mencintai maka ketika sakit hati karena tak terbalas maka hanya diri kita yang sakit tapi ketika dicintai dan tak membalas maka diri kita akan ikut sakit. Lebih baik hanya satu orang saja yang sakit.
Dulu pernah aku bertanya pada dua sahabatku yang berbeda gender. Lebih enak atau lebih suka dicintai atau mencintai? Sahabatku cowok bilang, ”Lebih enak dicintai” dengan alasan yang tak pernah lagi aku ingat. Namun sebaliknya sahabatku cewek bilang ,”Lebih suka kalau mencintai” dengan alasan ketika mencintai maka ketika sakit hati karena tak terbalas maka hanya diri kita yang sakit tapi ketika dicintai dan tak membalas maka diri kita akan ikut sakit. Lebih baik hanya satu orang saja yang sakit.
Mungkin itulah kenapa aku jadi takut untuk dicintai seseorang…….. Sama alasannya dengan sahabat cewekku. Ketika disukai tidak merasa bahagia malah merasa tebebani.. Mungkin karena terlalu banyak berpikir dan terlalu idealis mungkin, kami tak pernah bisa benar-benar bahagia ketika cinta itu datang.
Dulu aku
berlindung dalam pilar persahabatan, meyakini bahwa dengan bersahabat dengan laki-laki maka aku tak akan jatuh cinta atau dicintai sahabatku. Karena aku berpikir, mana ada orang yang mau menyukaiku jika sudah tahu sifatku yang seperti mereka lihat. Tapi ternyata aku salah……..
berlindung dalam pilar persahabatan, meyakini bahwa dengan bersahabat dengan laki-laki maka aku tak akan jatuh cinta atau dicintai sahabatku. Karena aku berpikir, mana ada orang yang mau menyukaiku jika sudah tahu sifatku yang seperti mereka lihat. Tapi ternyata aku salah……..
Aku selalu
menghindari rasa sukaku pada sahabatku. Berharap tak ada yang bisa merubah suatu hubungan baik itu atau malah menghancurkannya. Bila perasaan persahabatan bergeser menjadi perasaan suka maka hubungan itu akan berbeda. Itu yang aku tahu. Hubungan akan jadi canggung.
Semua menjadi serba salah, diam menjadi salah karena takut dipikir tak menghiraukan.
Bicara kadang salah karena takut salah bicara dan menyakiti.
Berusaha berpura-pura tak tejadi apa-apa juga jadi tak berguna.
Kecuali terdapat kesadaran untuk mempertahankan persahabatan, itupun kecil kenyataannya. Ketika hubungan menjadi berbeda maka sulit sekali memperbaikinya. Sulit sekali…….
menghindari rasa sukaku pada sahabatku. Berharap tak ada yang bisa merubah suatu hubungan baik itu atau malah menghancurkannya. Bila perasaan persahabatan bergeser menjadi perasaan suka maka hubungan itu akan berbeda. Itu yang aku tahu. Hubungan akan jadi canggung.
Semua menjadi serba salah, diam menjadi salah karena takut dipikir tak menghiraukan.
Bicara kadang salah karena takut salah bicara dan menyakiti.
Berusaha berpura-pura tak tejadi apa-apa juga jadi tak berguna.
Kecuali terdapat kesadaran untuk mempertahankan persahabatan, itupun kecil kenyataannya. Ketika hubungan menjadi berbeda maka sulit sekali memperbaikinya. Sulit sekali…….
Aku takut itu
terjadi, lagi dan lagi……….
terjadi, lagi dan lagi……….
Tapi aku lupa………
Kita tak pernah tahu kapan kita jatuh cinta………
Tak pernah tahu pada siapa cinta itu akan jatuh
Pada sahabat, orang yang baru dikenal atau pada orang yang mungkin dipikir tak mungkin.
Kenapa aku begitu ketakutan………??? Ya Allah.
Bukankah mencintai dan dicintai itu bukan dosa?
Lalu bagaimana jika hal yang sama terjadi?
Berarti aku tak pernah belajar dari kesalahan yang aku lakukan………
Ya Allah ternyata itulah kenyataannya.
Ya Allah ternyata itulah kenyataannya.
Aku baru tahu kenapa temanku bilang,”Kan aku sudah bilang, belajar dari kesalahan tapi jangan
takut salah”. Ya Tuhan, lalu apa yang selama ini aku lakukan???
takut salah”. Ya Tuhan, lalu apa yang selama ini aku lakukan???
Aku jadi berpikir, kenapa aku selalu berada pada kondisi yang sama ketika menyayangi atau ketika disayangi seseorang?? Mungkin jawabannya karena aku tak pernah belajar dengan benar tentang itu. Dan akhirnya, ketakutan yang ada.
Dan aku baru sadar……….
Cinta itu tak pernah salah…….
Cinta itu anugrah.
Jadi kenapa harus memusuhi cinta?
Kenapa harus mengindarinya?
Bukankah hidup ini indah karena ada cinta?
Dan manusia tersenyum karena adanya cinta
Dan tentunya dunia ini ada karena adanya cinta yang begitu besarnya……. Cinta Tuhan kita.
Mungkin aku menghindarinya karena takut sakit dan menyakiti……..
Tapi bukankah cinta tak pernah menyakiti?
Lalu kenapa, banyak orang yang sakit hati karena patah hati? Mungkin aku tak memiliki benar jawabannya.
Tapi mungkin yang aku temukan bahwa hidup itu sebuah cobaan. Dan Tuhan mengirim cinta itu untuk mencoba berapa besar kesabaran hambaNya itu. Berapa besar cintanya pada Tuhannya hingga dia bisa bertahan.
Tertawa dan bahagia saja cobaan, maka kesedihan yang menyertai itu juga cobaan. Kita merasakan sedih karena kita mengenali rasa senang. Mungkin itu yang bisa aku temukan. Benar tidaknya, hanya Tuhan yang memiliki jawaban pastinya.
Mungkin itu tak akan mudah untuk dilakukan, paling tidak pikiran itu aku miliki sekarang. Semoga saja bila hatiku gelisah lagi , semoga TUHAN mengingatkanku dengan ini… lagi.
Tertawa dan bahagia saja cobaan, maka kesedihan yang menyertai itu juga cobaan. Kita merasakan sedih karena kita mengenali rasa senang. Mungkin itu yang bisa aku temukan. Benar tidaknya, hanya Tuhan yang memiliki jawaban pastinya.
Mungkin itu tak akan mudah untuk dilakukan, paling tidak pikiran itu aku miliki sekarang. Semoga saja bila hatiku gelisah lagi , semoga TUHAN mengingatkanku dengan ini… lagi.
Seharusnya aku bahagia ketika ada orang yang menyukaiku dan menyayangi aku. Bahagia karena Tuhan mengirimkan cintaNya untukku melaluinya dan tidak dibenci orang lain. Seharusnya aku bahagia ketika aku menyayangi orang lain, bahagia karena Tuhan memberi kesempatan padaku untuk memberi cinta dan tidak membenci.
Bila patah hati dan sakit, bukankah Tuhan akan mengirimkan obatnya dan Dia tak akan meninggalkan aku sedetikpun. Ya Allah……… kenapa aku selama ini tak menyadarinya. Kenapa aku tak bersyukur karena itu? Astagfirullah…..
Bila patah hati dan sakit, bukankah Tuhan akan mengirimkan obatnya dan Dia tak akan meninggalkan aku sedetikpun. Ya Allah……… kenapa aku selama ini tak menyadarinya. Kenapa aku tak bersyukur karena itu? Astagfirullah…..
Permasalahannya mungkin bagaimana kini aku harus belajar untuk mengatasi kondisi yang mungkin pernah (atau bahkan sering) terjadi padaku.
BELAJAR……..BELAJAR…..
Seharusnya aku sadar bahwa belajar bukan hanya bagaimana menghitung tapi juga menganalisa, mengenali, berani mengambil sikap, berani bertanggungjawab dan berusaha tegar. KEBERANIAN………. itulah yang mungkin aku butuhkan.
Semoga Allah mengirimkan keberanian itu. Dan semoga aku siap untuk menghadapi hidup ini…….. lebih dewasa……….. Amin.
Meski aku tak tahu apa yang akan aku hadapi nanti dan bagaimana aku mengatasinya, setidaknya kini aku sadari bahwa aku tak akan pernah sendiri. Ada Allah TUHANku yang mencintaiku……..
Amin. Semua akan baik2 saja ^-^
BELAJAR……..BELAJAR…..
Seharusnya aku sadar bahwa belajar bukan hanya bagaimana menghitung tapi juga menganalisa, mengenali, berani mengambil sikap, berani bertanggungjawab dan berusaha tegar. KEBERANIAN………. itulah yang mungkin aku butuhkan.
Semoga Allah mengirimkan keberanian itu. Dan semoga aku siap untuk menghadapi hidup ini…….. lebih dewasa……….. Amin.
Meski aku tak tahu apa yang akan aku hadapi nanti dan bagaimana aku mengatasinya, setidaknya kini aku sadari bahwa aku tak akan pernah sendiri. Ada Allah TUHANku yang mencintaiku……..
Amin. Semua akan baik2 saja ^-^
(Setidaknya Seperti inilah isi hati dan pikiranku sekarang)


maap...soalnya, aku juga orang yg paling penakut jadi sampai detik ini blum pernah merasakannya, rasa u ingin mencoba sangat besar, tapi ternyata rasa takut itu lebih besar lagi. heeee....
ReplyDeleteKenapa minta MaaP???
ReplyDelete