Skip to main content

Posts

Showing posts from March, 2010

Cinta Akuntansi atau Akuntansi Cinta...???

Wahai belahan jiwaku, 'Debetlah' cintaku di 'neraca' hatimu.. Kan ku 'jurnal' setiap 'transaksi' rindumu... Hingga setebal 'laporan keuanganku'.... Wahai kekasih hatiku,

Lucu2an dulu ah

Email dari seorang suami Sepasang suami isteri setengah baya yang sama- sama dari kalangan profesional merasa penat dengan kesibukan di ibukota. Mereka memutuskan untuk berlibur di Padang dan menempati kembali kamar hotel yang sama saat mereka melalui masa honeymoon 30 tahun lalu. Karena kesibukannya, sang suami harus terbang lebih dahulu dan isterinya baru menyusul keesokan harinya...

Ogah pulang

Padahal setengah jam lagi sudah jam pulang kantor, tapi vitri enggan sekali untuk beranjak dari monitor ini. Vitri sudah sangat terikat dengan monitor di depanku ini. 

Apa Kabar God?

God, apa kabar? Sudah lama sekali ya Vitri tidak menyapaMu dengan cara ini. Kau kangen Vitri nggak, God? Hm…mungkin Vitri yang kangen. Mungkin ya? Kok Vitri kesannya ngelunjak sich?  God, Kau pasti lebih tau kenapa Vitri menggunakan cara ini lagi untuk bertemu denganMu. Yah, Vitri ngerasa sendiri lagi. Padahal Vitri sekarang udah nggak pernah belang lagi kan lima kali bertemu Kau dalam sehari? Tapi tetep, sunyi banget. Hua…Kau tau setan apalagi yang kini mengagresi benua kecil di diri Vitri? Beri tau Vitri dong, God. Kembali Vitri merasakannya. Hal ini, sebuah penggalan rasa masa lalu Vitri.  Ah, tidak. Mungkin lebih tepat disebut sebagai bagian dari siklus hidup Vitri. Yang mau nggak mau harus Vitri diami beberapa saat. Hm…so pasti masih ada serpihan-serpihannya yang menunggu kedatangan Vitri.

Wajah Kekasih

Kumenyaksikan dedaun kekeringan Turun ke Bumi, gersang tiada penghuni Tiada mentari, awan pun suram Seperti waktu terhenti Kumenyaksikan seraut wajah Yang hampa tak berpenghalang Kehilangan semua harapan Seperti cinta yang terkubur Mungkinkah untukku menghindari Goresan luka di hati Jiwaku resah, apakah kesudahannya Kecewa atau bahagia Kuyakinkan diriku demi rinduku Penawarnya hanyalah wajah kekasih *** "Ko' cinta dihilangin sih, biar aku yang selamatin biar cinta tetap utuh"

Hari Minggu Kemarin, Vitri....

Hari minggu kemarin di lingkungan rumah sangat ramai. Ada acara maulidAn yang dirangkaikan dengan acara syukuran yang dilakukan oleh keluarga besar dari Ayahku. Syukuran atas berkat yang telah diberikan "Karaeng" Allah swt  kepada keluarga kami selama ini. Meskipun dua orang tante dari pihak Ibuku sedang terbaring sakit di rumah sakit, bahkan salah satunya sedang persiapan untuk operasi keesokan harinya, tetap saja acara yang merih2an ini dilakukan karena sudah di nadzarkan, begitu kata orang2. Pagi2, aku sudah bangun meski niatnya semalam akan bangun setelah pukul 10.00, tapi mungkin karena sudah biasa bangun pagi kali yaa...(Haaaaaah?) jadi ngak enak kl terlalu lama tidur. Niatnya memang mau bangun telat karena semalam abis olahraga malam. Apa tuuuh? Ayo coba apaan?. Jalan kaki dari rumah sakit ke rumah yang jaraknya kira2 ada 50.000 langkah, wuih..berapa km yah??...Sayangnya malam itu aku nggak bawa meteran, jadi nggak bisa ngukur deh. hihihi. Yaaa, aku bersama rombongan ...

Cerpen - Kisah Aisya

Aisya akhirnya sampai di tempat yang ditujunya, meski sebelumnya sempat terhambat gara-gara pak polisi nyari gara-gara. Hanya karena nggak nyalain lampu di siang hari, motor yang dikendarai Aisya disuruh menepi. Untung saja hanya kesalahan kecil itu yang menjadi sebabnya, surat-surat lain yang diminta pak polisi semuanya lengkap, jadi pak polisinya kali ini gagal dapetin upeti. Hohoho. Tempat parkir motor masih sepi. Maklum lah masih pagi, masih pukul 10.30 ketika Aisya tiba di pusat perbelanjaan itu. Setelah mencari tempat yang cocok untuk menempatkan kendaraan,di bawah pohon yang cukup rindang, Aisya segera berlalu dari tempat itu dan buru-buru melangkah ke dalam gedung. Ali, orang yang ingin ditemuinya sudah lama menunggu, Aisya nggak enak terlalu lama membuat Ali menunggunya.