Skip to main content

Vitri Nggak Tahu

Uuuukh, Nggak tahu vitri mau nulis apa. Tulisan-tulisan cengeng tentang prasaanku yang menyedihkan sepertinya sudah terlalu banyak. Seolah hidup vitri hanya untuk bersedih aja. Tapi mau gimana lagi, inspirasi datangnya cuma saat vitri ngalamin nerveous breakdown...(Betul nggak sih gini istilahnya?? Apa terlalu berlebihan vitri menyebutnya?)

Topik tentang cinta meskipun memang nggak pernah abis, tapi bisa buat vitri bosan juga. Apalagi tentang cinta vitri yang ujung2nya sakit mulu’. Huft.

Tapiiii, kalo topik lain vitri juga nggak tahu mau nulis tentang apa. Vitri belum tahu teknik penulisan yang baik dan menarik, yang berbobot dan bermanfaat buat yang ngebaca.

Apa di’?
Mau bikin puisi, Hmmmn..pasti temanya nggak jauh-jauh dari Patah hati Mi seeeng... Mana puisi yang biasa vitri buat nggak ada rimanya, campur aduuuk aja kata-katanya. Kata dalangnya OVJ “Maaana benang merahnya?”

Oia, kemarin kayaknya vitri melakukan satu ketololan lagi deh, kenekatan tak bermanfaat. Apa musti vitri sebutin disini?? Ini hanya tentang tulisan di blog lain milik vitri. Tulisan tentang seseorang yang nggak tahu apa vitri senang apa benci ma tu orang. Dan yang membuat itu menjadi ketololan adalah orang yang aku bahas mungkin sudah mengetahui perihal tulisanku itu. Mampussssss.

Kenapa juga vitri nulis kayak gitu...duuuuuh. Mukaku mau ditaruh dimana? Apa diganti aja kali yah ma mukanya Luna Maya. Jangan deh, ntar Ariel naksir. Hihihihi.

Today, vitri masih dilanda kebingungan juga perihal tulisan kemarin. Sebelum vitri betul2 yakin dan akhirnya menjalani salah satu pilihan itu, pasti vitri akan terus bingung memikirkan apa yang akan terjadi. Oooh, Apa yang terjadi, terjadilah (Peterpan mode on).
Today, sudah tanggal 28 Januari berarti kurang lebih satu minggu lagi puncak keputusannya. Mari menunggu.

Sambil menunggu ayo nyanyikan lagu berikut ini:

JAMMENG TALINGKA
Cipt.: B. Mandjia


Tuli kunikana jammeng sayang
Nipau ma naung butta rikong


Aule panggaukanna, tumangokkoka laiya sayang
Maka niya tonja sallang sayang
Tunumera longku jammeng rikong



Aule ma'parikongang, longku lingka'mo rianja sayang
Punna niya jera' beru sayang
Kuburu tani bungai bau
Aule inakke mintu, jammeng tani kapa'risang sayang

Comments

Popular posts from this blog

FAIRY

Pengen deh jadi angel, Peri, bidadari atau apalah namanya... mereka tampak cantik sekali... Atau seperti putri2 dalam cerita dongeng. 

Bendahara Harus Mahir Pajak (Part 2)

Ehhem.... Singkirkan segala macam tumpukan kertas dari hadapanku... aku mau ngetik, ngisi blog .... mumpung lagi ada inspirasi dan kesempatan.......masa' iya tahun 2017 sudah di Septembernya tapi blogku masih kosonng. HAI HAI HAIIII... jumpa lagi dengan tulisan tak penting dari akuuuu... Assalamu alaikuuuum... Apa kabar? Udah pada nunggu lanjutan "Bendahara Harus Mahir Pajak"" Yaaaaa????  Apa?  ENGGAk??  HIKSss.. BUBAAArrrr... ..............

BENDAHARA HARUS MAHIR PAJAK (PART I)

Assalamualaikum.... Akhir-akhir ini jadi rempong sendiri melayani para bendahara pengeluaran pembantu alias bendahara di puskesmas yang sering bertanya soal pajak. Gimana cara ngitungnya, berapa tarifnya, apa jenis pajaknya, gimana SSP nya?? macam-macam lah pertanyaannya. Jadi bosan ditanya terus, bahkan sudah berulangkali dijelaskan juga masih bertanya lagi.... Saya sih maklum dan coba sabar ajah, mengingat latar belakang pendidikan mereka rata-rata dari ilmu kesehatan. Nah Loh, kok jadi bendahara?? yaa.. mau gimana lagi, kalo tenaga yang disediakan cuma itu. Seharusnya kan pekerjaan seperti itu ditangani oleh ahlinya juga, tapi APBD maupun APBN belum mampu untuk pengadaan pegawai lagi. Ah, kok malah bahas pengadaan pegawai. Back to topik....