Skip to main content

Vitri Buat Buku??

Awalnya vitri juga nggak percaya dan tak menduga. Semua berawal dari kebiasaan vitri yang senang nulis-nulis yang akhir-akhir ini sering vitri tuangin dalam blog ini. Vitri memang pengen banget ada tulisan vitri yang bisa dicetak dalam bentuk buku meskipun cuma sepotong tulisan saja yang dimuat dalam buku itu, endorsement misalnya...hehehe walaupun hanya sekata dua kata yang penting dimuat dibuku.

Karena obsesi inilah, vitri sering berpikir, kapan yaah vitri bisa wujutin mimpi itu kalo selama ini vitri cuma nulis hal yang nggak penting tentang kehidupan vitri saja. Kapan yah tulisan vitri bisa bermanfaat buat orang banyak?  

Dan akhirnya, semalam vitri baru nyadar kalo tulisan vitri sudah ada yang pernah diterbitin dalam bentuk buku, hardcover lagi. Bukan hanya sekata atau dua kata tapi buku itu 100% tulisan vitri kerjasama dengan  salah seorang teman.  

Buku yang berisi kurang lebih 200 halaman itu vitri buat kurang lebih selama 6 bulan. 2 bulan proses pencarian ide dan topik apa saja yang akan ditulis dan sisanya adalah proses penulisan dengan beberapa kali perombakan berdasarkan saran dari beberapa pakar yang sudah ahli dibidang yang vitri tulis itu. 

Isinya mengenai apa-apa saja yang vitri dapatkan selama melewati bangku kuliah kurang lebih selama 3 tahun 2 bulan, sebagian ilmu yang vitri dapatkan dituangin kebuku ini dan semoga saja buku ini memang bisa bermanfaat buat para pembacanya.  

Bulan-bulan terakhir penulisan adalah yang paling berat buat vitri karena harus berusaha keras mencari bahan lagi karena ada perubahan besar yang harus vitri lakukan. Dan yang paling sulit adalah membuat bukti nyata atas apa yang vitri tulis. Vitri harus menerapkan sendiri apa yang telah vitri tulis, membuktikan apa yang vitri katakan, mempraktekkan teori-teori yang vitri buat dihadapan orang-orang yang selama ini mengawasi proses penulisan.  

Vitri baru sadari bahwa ternyata membuat buku itu memang sulit. Selain aturan-aturan penulisan yang memang harus dipahami juga materi yang betul-betul harus dikuasai oleh penulis, pemilihan kata-kata juga harus diperhatikan agar mudah dipahami oleh para pembaca. 

Usaha pontang-panting kesana kemari untuk menawarkan tulisan, vitri juga lalui dengan hasil ditolak dengan coretan disana sini yang memenuhi kertas-kertas halaman tulisan vitri. Akhirnya, setelah melewati semuanya. Buku itu bisa diterbitkan juga dan sekarang sudah bisa dinikmati oleh ratusan teman-teman yang mungkin mau mencari referensi yang berhubungan dengan itu.  
Buku itu telah dicetak sebanyak 5 eksemplar bersampul hardcover, design cover biasa aja berwarna biru oleh sebuah percetakan kecil-kecilan disudut kota Makassar, vitri menyebutnya percetakaan Yuyun Publishing House. Kemudian telah disebarkan antara lain di Perpustakaan BJ Habibie Politeknik Negeri Ujung Pandang dan perpustakaan jurusan akuntansi serta sisanya tersebar ke beberapa orang yang telah berjasa atas pembuatan buku ini.
 
Mau tahu apa judul buku ini? Silahkan cari di perpustakaan yang vitri sebut di atas, cari dilemari buku bagian “Tugas Akhir Mahasiswa”. Kalo kalian menemukan buku berjudul “Perancangan Program Penghitungan HPP pada CV. Indomedia berbasis VB.net” disusun oleh Fitriani (0538001) dan Wahyuni (0538004), naaaaaah itu dia buku yang vitri maksud.
 
Huehuehue..
Jayus Nggak?

Comments

Popular posts from this blog

FAIRY

Pengen deh jadi angel, Peri, bidadari atau apalah namanya... mereka tampak cantik sekali... Atau seperti putri2 dalam cerita dongeng. 

Bendahara Harus Mahir Pajak (Part 2)

Ehhem.... Singkirkan segala macam tumpukan kertas dari hadapanku... aku mau ngetik, ngisi blog .... mumpung lagi ada inspirasi dan kesempatan.......masa' iya tahun 2017 sudah di Septembernya tapi blogku masih kosonng. HAI HAI HAIIII... jumpa lagi dengan tulisan tak penting dari akuuuu... Assalamu alaikuuuum... Apa kabar? Udah pada nunggu lanjutan "Bendahara Harus Mahir Pajak"" Yaaaaa????  Apa?  ENGGAk??  HIKSss.. BUBAAArrrr... ..............

BENDAHARA HARUS MAHIR PAJAK (PART I)

Assalamualaikum.... Akhir-akhir ini jadi rempong sendiri melayani para bendahara pengeluaran pembantu alias bendahara di puskesmas yang sering bertanya soal pajak. Gimana cara ngitungnya, berapa tarifnya, apa jenis pajaknya, gimana SSP nya?? macam-macam lah pertanyaannya. Jadi bosan ditanya terus, bahkan sudah berulangkali dijelaskan juga masih bertanya lagi.... Saya sih maklum dan coba sabar ajah, mengingat latar belakang pendidikan mereka rata-rata dari ilmu kesehatan. Nah Loh, kok jadi bendahara?? yaa.. mau gimana lagi, kalo tenaga yang disediakan cuma itu. Seharusnya kan pekerjaan seperti itu ditangani oleh ahlinya juga, tapi APBD maupun APBN belum mampu untuk pengadaan pegawai lagi. Ah, kok malah bahas pengadaan pegawai. Back to topik....