Skip to main content

Dunia Memang "Luas"

Pagi-pagi sampe di kantor aku dikagetin saat buka komputer, buka mozilla, yang seharusnya akan langsung masuk ke halaman FB dan Emailku, tapi kali ini yang terbuka adalah halaman loginnya. Aku sudah curiga sejak melihat power supply yang menyala, padahal kemarin sudah aku matikan sebelum pulang. Ketika aku coba masuk ke FB, ternyata tidak bisa. Passwordnya sudah terganti. Email pun demikian.


Memang sudah kebiasaanku tidak pernah sign out dari dua akun itu, biar lebih cepat masuk. Tapi, kalo sudah terjadi yang kayak gini, siapa yang bisa aku salahkan. ya diriku sendiri. Mau curiga sama teman-teman kantor yang kemarin memang pada telat pulang karena meeting juga nggak etis. Memang semua salahku, kok. Mulai hari ini, harus menambahkan satu ritual lagi sebelum pulang yaitu logout dari semua akunku. Huft.

Untung saja hal ini masih bisa teratasi dengan bantuan keamanan dari yahoo. Fyuuuh.

---

Dari kemarin sial mulu' nih. Sejak ngeliat muka tuh orang. Ngeliat mukanya saja bikin  aku sakit, apalagi ngeliat dia jalan sama cewek. huwaaaaaaaaaaaaa......rasa itu langsung tertumpah ketika aku sampai di kamarku.

Ceritanya kemarin itu diajak jalan sama teman kuliah. Semuanya serba menyenangkan, jalan, makan, tertawa...bahagia sekali. Sampai akhirnya aku melihat anjo se're rupa tau. Aku terdiam sejenak, ngeyakinin diri kalo aku nggak salah liat. Sosoknya berdiri disamping seorang cewek cantik berjilbab di atas eskalator turun, mengarah kepadaku. Kenapa posisiku pas sekali sih. 

"Astagfirullah..." hanya kata itu yang akhirnya keluar. Mengagetkan kedua orang temanku, yang akhirnya berbalik dan juga melihat orang itu.

"*****n, toh?" 

"Iya, itu dia" Kataku
"Panggilmi?"

"Iyo, panggilmi kesini..!!" aku pengen tahu seberapa kuat aku, seberapa mampu aku mengendalikan sikap dalam situasi seperti dalam sinetron ini...(Capek deh)


----

Sehabis itu, aku nggak fokus lagi bersama teman2ku. Aku bercerita, tertawa tp entah pikiranku kemana. 
Sampai pulang, kesialan satu persatu menghampiri (karena aku nggak fokus, kata teman). Kebelet lah, sampe2 harus menahan malu saat angkot singgah di SPBU, aku turun dan menuju toilet yang dari tadi sudah merayu-rayu, memanggilku. Saat kembali, angkot itu sudah hampir meninggalkanku, nahan malu lagi saat orang2 di atas memandangiku entah dengan isi pikiran masing2. Lalu hampir terjatuh saat beranjak ke angkot berikutnya, saat tiba2 tali tas yang ada di bahu kananku putus dan mengagetkanku.

Sepanjang perjalanan, entah kemana pikiranku. Dan akhirnya, semuanya meledak saat tiba dikamarku. Lalu OVJ juga sudah tidak mampu mengocok perutku, aku menyerah dan berniat pergi ke alam mimpi. yang ada cuma bolak-balik saja, sesekali sesungukan, nahan nafas biar nggak kedengaran keluar suaranya. Sms teman, bagiin apa yang kurasakan saat itu. Teman menyarankan aku berwudhu, lalu berzikir, berdoa kepada Allah untuk ketenangan hatiku, krn saat itu aku sedang tidak bisa menemuiNya dalam shalat. Aku cuma berzikir, lalu perlahan mataku tertutup. Bismikaallahumma ahya wa bismika amud.

 ---

Lalu  pagi, pukul 06.00, bunyi hujan di luar. Kenapa hujan? cuaca ini seolah mengejekku. Huh, menyebalkan. Kali ini aku jadi benci hujaaaaaaaaaan. Maaf ya Allah, kali ini saja. 

Hujan dalam kamarku  sejak dari semalam yang sudah sempat terhenti, pagi ini pun turun lagi dengan derasnya mengalahkan hujan diluar sana. Aku belum siap keluar hari ini, menghadapi orang2 yang akan menanyakan perihal my eyes yang lagi2 tak tampak seperti biasanya. Hiks.

---

Kenapa mesti dia, dari sekian banyak orang2 yang aku kenal dan mengenalku, kenapa mesti dia yang ada di sana bersamaan denganku. Makassar ini luas kenapa aku milih MP saat itu untuk jalan bersama teman. MP itu juga luas kenapa aku berada di lokasi itu saat dia juga berada di sana. Oh, Tuhan...aku tahu ini sudah takdir dariMu, baiklah, Aku terima.

Paling tidak hikmanya adalah, aku punya bahan lagi untuk menulis di blog ini. lagi lagi harus dengan kata "Hiks"

Sekarang Tuhan, aku mohon beri aku kesempatan untuk beranjak dari tempat ini lagi, biar aku lebih yakin bahwa dunia ini memang Kau ciptakan sedemikian luasnya.


Comments

Popular posts from this blog

FAIRY

Pengen deh jadi angel, Peri, bidadari atau apalah namanya... mereka tampak cantik sekali... Atau seperti putri2 dalam cerita dongeng. 

Bendahara Harus Mahir Pajak (Part 2)

Ehhem.... Singkirkan segala macam tumpukan kertas dari hadapanku... aku mau ngetik, ngisi blog .... mumpung lagi ada inspirasi dan kesempatan.......masa' iya tahun 2017 sudah di Septembernya tapi blogku masih kosonng. HAI HAI HAIIII... jumpa lagi dengan tulisan tak penting dari akuuuu... Assalamu alaikuuuum... Apa kabar? Udah pada nunggu lanjutan "Bendahara Harus Mahir Pajak"" Yaaaaa????  Apa?  ENGGAk??  HIKSss.. BUBAAArrrr... ..............

BENDAHARA HARUS MAHIR PAJAK (PART I)

Assalamualaikum.... Akhir-akhir ini jadi rempong sendiri melayani para bendahara pengeluaran pembantu alias bendahara di puskesmas yang sering bertanya soal pajak. Gimana cara ngitungnya, berapa tarifnya, apa jenis pajaknya, gimana SSP nya?? macam-macam lah pertanyaannya. Jadi bosan ditanya terus, bahkan sudah berulangkali dijelaskan juga masih bertanya lagi.... Saya sih maklum dan coba sabar ajah, mengingat latar belakang pendidikan mereka rata-rata dari ilmu kesehatan. Nah Loh, kok jadi bendahara?? yaa.. mau gimana lagi, kalo tenaga yang disediakan cuma itu. Seharusnya kan pekerjaan seperti itu ditangani oleh ahlinya juga, tapi APBD maupun APBN belum mampu untuk pengadaan pegawai lagi. Ah, kok malah bahas pengadaan pegawai. Back to topik....