Skip to main content

Apa Kabar God?? Part II

Bismillahirrahmanirrahim....

God, Aku datang lagi. Apa kabar? Masih mencintaiku kan? Always kan? Alhamdulillah.

Aku, Kangen Engkau God. Pengen cerita kegelisahanku lagi. Semalam aku sudah mencoba menemuimu dalam shalatku. Sehabis shalat aku berniat untuk curhat lagi padamu. Aku sudah menyiapkan semua kata yang ingin aku sampaikan. Bahkan pasukan air mataku sudah ready go untuk kucurahkan kepadaMu. Tapi, Kau tahu kan God, tiba2 seorang adikku masuk ke dalam ruangan kita. Dia melihatku bersimpuh, menadahkan tangan padaMu.

Aku tak mau dia melihatku menangis. Lebih dari itu, aku tak mau kemesraan kita terganggu. Jadinya aku tidak bisa mengadukan semua keluhku dengan bebas, God. Maafkan aku yang terpaksa menghentikan pertemuan kita semalam.

Jadi, God...tidak apa kan jika aku menemuiMu dengan cara ini lagi?? Baiklah, aku tahu Engkau selalu ada dan selalu siap untuk menampung semua pengaduanku, aku akan memulai.

God, Aku sepertinya patah hati lagi...
Aaakh...selalu begitu yaa, Topiknya sudah basi yaa...? 
Tp kumohon Engkau dengarkan ceritaku dulu..Lebih tepatnya aku cuma pengen tahu, pengen ngajuin pertanyaan kepadaMu tentang patah hati? 
Kenapa hal itu selalu mendekatiku? Hatiku ini kok rapuh sekali, God? Bisakah diganti dengan hati berbahan baja, bisakah Engkau ciptakan ulang hatiku dari bahan yang lebih kuat?

Someone telah mengabaikan aku, God. Aku dicuekin. iiiiih, nggak enak banget rasanya. Padahal aku sudah berusaha melakukan yang terbaik terhadapnya. Berusaha sabar, sabar, dan sabar karena katanya "Semua pasti sudah ada jalannya". Tapi, akhir2 ini aku merasa di cuekin. Apa cuma perasaanku saja, God? Aku kan memang agak sensitif, selalu berprasangka yg tidak2. Oh...lagi2 aku tidak tahu apa yang terjadi. 

Sedangkan someone yang lain dari masa lalu, kayaknya sudah alergi banget sama aku. 

Aku kan sms, nanya "Assalamualaikum, apa kabar?", 

Dia balasnya kek gini, "Waalaikumslm, baikji, thanks". 

Huuuuugh, langsung ditutup dengan ucapan "thanks", bukankah itu tandanya dia sudah tidak mau aku membalasnya lagi, atau bahkan itu berarti dengan halus dia mengucapkan, "jangan hubungi aku lagi"....ini Prasangka lagi.

Kenapa sampai sekarang Aku selalu tiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiittttt? 
Tidak pernah tiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiittttt?
Orang2 itu Tiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiittttttttt.....
Apa karena aku Tiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiit? 
Tidak adakah tiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiittttttttt?
Tidak adakah Tiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiit?? 
Tidak kah Tiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiitttttttttttt?
Sungguh aku Tiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiit?? 

Oh, God...tolong jawab semuanya segera. Engkau punya banyak cara untuk memberitahuku. Lalu beriku juga kesabaran sebagaimana biasanya. Beri aku ketenangan, eluslah perasaanku yang rapuh juga sebagaimana biasanya. Sungguh, hanya kasih sayangMu yang selalu bisa memberi aku kedamaian. Dalam genggaman tanganMu aku serahkan semua urusanku. Aku percaya padaMu, aku mencintaiMu.

Oia, hari ini hingga mungkin seminggu kedepan aku tidak bisa melapor kepadaMu dulu. Engkau tahu kan, Engkau tidak mengijinkan aku menemuiMu dalam keadaan seperti sekarang ini (tgl 12 Juli 2010, red). Jadi, God tetap lindungi aku karena Engkau selalu di hatiku dan........... sampai jumpa beberapa hari lagi.  

Comments

Popular posts from this blog

FAIRY

Pengen deh jadi angel, Peri, bidadari atau apalah namanya... mereka tampak cantik sekali... Atau seperti putri2 dalam cerita dongeng. 

Bendahara Harus Mahir Pajak (Part 2)

Ehhem.... Singkirkan segala macam tumpukan kertas dari hadapanku... aku mau ngetik, ngisi blog .... mumpung lagi ada inspirasi dan kesempatan.......masa' iya tahun 2017 sudah di Septembernya tapi blogku masih kosonng. HAI HAI HAIIII... jumpa lagi dengan tulisan tak penting dari akuuuu... Assalamu alaikuuuum... Apa kabar? Udah pada nunggu lanjutan "Bendahara Harus Mahir Pajak"" Yaaaaa????  Apa?  ENGGAk??  HIKSss.. BUBAAArrrr... ..............

BENDAHARA HARUS MAHIR PAJAK (PART I)

Assalamualaikum.... Akhir-akhir ini jadi rempong sendiri melayani para bendahara pengeluaran pembantu alias bendahara di puskesmas yang sering bertanya soal pajak. Gimana cara ngitungnya, berapa tarifnya, apa jenis pajaknya, gimana SSP nya?? macam-macam lah pertanyaannya. Jadi bosan ditanya terus, bahkan sudah berulangkali dijelaskan juga masih bertanya lagi.... Saya sih maklum dan coba sabar ajah, mengingat latar belakang pendidikan mereka rata-rata dari ilmu kesehatan. Nah Loh, kok jadi bendahara?? yaa.. mau gimana lagi, kalo tenaga yang disediakan cuma itu. Seharusnya kan pekerjaan seperti itu ditangani oleh ahlinya juga, tapi APBD maupun APBN belum mampu untuk pengadaan pegawai lagi. Ah, kok malah bahas pengadaan pegawai. Back to topik....