Skip to main content

Buat yang menawan 'keamanan'

Bacalah...Karena ini untukmu.

***

Sekumpulan anak kecil mengelilingi tubuh tinggi yang gemetaran
Terus bercanda dan tertawa sampai muncul cahaya temaram
Saat malam mendatangkan gelap bersama sunyi dan kesepian
Saat itulah cahaya menari disekitar rembulan

Tubuh tinggi tak berani beranjak meninggalkan anak kecil sendirian
Padahal rembulan telah lama menanti, merayu untuk bermain bersama
Katanya, takut plus ragu, nggak ngerti, takut salah dan bingung mau ngapain
Dan lebih memilih menawan keamanan dalam dilema


***

Hihihi..
Maksa banget buat puisi untuk ngisi bulan Juni
^_^

Comments

  1. aku comment yg bait terakhir yahhh:: mungkin rembulan itu memang sangat jelas ada di depan mata, tapi sungguh anak kecil itu sendiri.

    rembulan itu jauh u/ menggapainya, ada diatas langit, sedangkan anak kecil itu tetap bermain di sekelilingnya. mungkin u/ memikirkan rembulan lebih baik ikut bermain dengan anak kecil........(tapi yakin, tak selamanya akan terus bermain dgn anak kecil itu, karena suatu saat anak kecil itu akan menjadi dewasa juga).

    ReplyDelete
  2. Iya...Aku Mengerti. Terima Kasih ya.

    ^_^

    ReplyDelete

Post a Comment

Jangan keluar.....
sebelum meninggalkan Comment Ya......

Popular posts from this blog

FAIRY

Pengen deh jadi angel, Peri, bidadari atau apalah namanya... mereka tampak cantik sekali... Atau seperti putri2 dalam cerita dongeng. 

Bendahara Harus Mahir Pajak (Part 2)

Ehhem.... Singkirkan segala macam tumpukan kertas dari hadapanku... aku mau ngetik, ngisi blog .... mumpung lagi ada inspirasi dan kesempatan.......masa' iya tahun 2017 sudah di Septembernya tapi blogku masih kosonng. HAI HAI HAIIII... jumpa lagi dengan tulisan tak penting dari akuuuu... Assalamu alaikuuuum... Apa kabar? Udah pada nunggu lanjutan "Bendahara Harus Mahir Pajak"" Yaaaaa????  Apa?  ENGGAk??  HIKSss.. BUBAAArrrr... ..............

BENDAHARA HARUS MAHIR PAJAK (PART I)

Assalamualaikum.... Akhir-akhir ini jadi rempong sendiri melayani para bendahara pengeluaran pembantu alias bendahara di puskesmas yang sering bertanya soal pajak. Gimana cara ngitungnya, berapa tarifnya, apa jenis pajaknya, gimana SSP nya?? macam-macam lah pertanyaannya. Jadi bosan ditanya terus, bahkan sudah berulangkali dijelaskan juga masih bertanya lagi.... Saya sih maklum dan coba sabar ajah, mengingat latar belakang pendidikan mereka rata-rata dari ilmu kesehatan. Nah Loh, kok jadi bendahara?? yaa.. mau gimana lagi, kalo tenaga yang disediakan cuma itu. Seharusnya kan pekerjaan seperti itu ditangani oleh ahlinya juga, tapi APBD maupun APBN belum mampu untuk pengadaan pegawai lagi. Ah, kok malah bahas pengadaan pegawai. Back to topik....