Pukul 20.00
HP Ai berbunyi…..Treeeeeet….treeeeeet (Sebernarnya bunyinya nggak kayak gini)
Lagi
Treeeet….treeeeet…
Ai yang berbaring sambil menutupi kepala dengan bantal bermalas-malasan lalu bangkit melihat HP yang sebentar lagi jatuh dan makin hancur. Terlihat dilayar panggilan masuk dari nomor tak dikenal. Ai masih memandanginya, sambil mengucek mata yang memang tadinya sudah terlelap. Siapa sih?
“Ya….Assalamualaikum, Aisyah disini, disana siapa?” sapaan khususnya iseng untuk menyapa nomor tak dikenal.
“Waalaikumsalam, di sini Pinoy….kucingnya kak Ai yang paaaling manis” jawab suara dari nomor itu.
What?
Ai kemudian baru betul-betul tersadar dari tidurnya tadi, lalu menjauhkan HP dari telinganya, memandang layar seolah ada sesuatu yang ingin dia cari tapi tidak menemukannya di layar itu… mencari dunia nyatanya.
“Halo..halo…kak…kak Ai..Haloo”
Didengarkannya lagi suara itu, “I-iya…Pinoy…siapa yah?”
“Pinoy, anak teknik kimia 08, juniornya kak Ai di kampus”
“Oowh…” Ai menutup mulutnya…Ya ampun, anak ini yang tadi jadi malaikat penolong tp gagal. “Hmmn….Owh, nama kamu Pinoy ya?”
“Iya”
“Nama kamu lucu”
“Iya sih, tapi aku suka. Unik. Iya kan kak Ai”
“Iya. Unik juga sih, nama lengkapnya siapa?
“Ada deh, tp panggil aku Pinoy aja, lucu kan . Cocok juga untuk nama seekor kucing”
“Haaaah” kali ini Ai tidak sempat menahan keheranannya “Maksud kamu apa sih, dari tadi ngomngin kucing terus?”
“Kan sudah aku bilang, aku mau jadi kucingnya kak Ai”
“T-tapi, kamu siapa..aku belum terlalu kenal kamu, kok kamu bisa tahu aku dan nomer Hp aku, kamu orang aneh ya?. Tiba-tiba muncul dihadapanku dan memohon untuk dijadiin kucing?”
“Yaa… kan td sudah bilang aku mahasiswa jurusan teknik kimia juga sama dengan kak Ai. Yang jelasnya aku sudah kenal kak Ai. Mau ya, jadi majikan aku, Pinoy akan jadi kucing yang paling penurut…ya ya ya, pliiiiis”
“Apaan sih??? Dasar orang aneh. Sudah yah…” tuuuuut tuuut tuuut. Ai menghentikan pembicaraan. Lalu mendekap lagi ke kasur yang dari tadi menunggunya. Huaaaah, capek sekali Ai hari ini. Baru pulang dari tempatnya ngasih privat 30 menit yang lalu kemudian dikagetkan oleh orang aneh bernama pinoy. Huft. Penat penat penat.
Beberapa detik kemudian.
Treeeeet treeeeet treeeeeeeet.
HP Ai bergetar lagi. Ai cuek, lebih memilih terlelap bersama selimut biru motif doraemon, bermimpi bersama nobita dan kawan-kawan. Mengelilingi dunia mimpi dengan mesin waktu. Melepas lelah.
ZzzzzZzzz….
***
“Ren aku bingung. Kok ada orang kayak gitu yah. Aneh” Ai mencoba berbagi kepada sahabatnya Reina tentang pria yang akhir-akhir ini membuntutinya.
Reina yang dari tadi asyik mengunyah cokelat pemberian dari Raihan (pacar Reina) sebenarnya tidak begitu mendengarkan apa yang diucapkan Ai. Dengan slow motion Ren masih mengunyah butir demi butir kasih sayang dari Rai. Hmmn….lalu dengan pelan menjawab “Ada apa sih Ai, Ulang dong ceritanya”
BLETAK
Satu pukulan yang sudah pasti tidak mengandung belas kasihan mendarat di jidat yang sedikit jenong milik Ren.
“Aduuuuh, sadis amat sih non, Maaf deh. Kan lagi asyik nih” sambil menawarkan potongan cokelat yang tersisa 2 x 2 cm dengan gigitan disudutnya “mau?”
“Ogah, Habisin sana , aku nggak mau berbagi kasih sayang sama pacarmu itu, sana makan semuanya. Sampe bungkusnya. nih” Ai jengkel banget, mulut sudah berbusa bercerita hampir setengah jam ternyata nggak satu hufuf pun yang ditangkap Reina. Sungguh Terlalu.
“Hehhe….maap say. Yayang Ai… Ai Lup U Full deh. Maapin Ren yaah…Ayo cerita lagi” sambil segera menghabiskan sisa cokelat dimulutnya.
Bla bla bla…Ai terpaksa mengulang ceritanya. Once upon a time…..
……………..
“Waaaaaah, bagus tuh. Terima saja Ai sayang. Kan lumayan tuh punya kucing yang bisa naik kuda, hehhe” akhirnya tanggapan dari Ren nggak bermutu juga. “kalo menurut aku ni yah, si Parno itu pengen jadi pacar kamu cuma diplesetin aja pengen jadi kucing, kreatif ya anak muda jaman sekarang”
“Pinoy…. Namanya Pinoy”
“Iya..si Pinoy maksud aku, Ai sayang” Ren membetulkan nama orang itu dan masih seenaknya saja memanggil nama orang lain, seperti nama Ai yang selalu ditambakan kata ‘Sayang’ di belakangnya. “Dia tuh suka sama kamu”
“Masa’ sih, tapi aku kan nggak pernah liat dia sebelumnya”
“Itu namanya, si Pinoy tuh secret admirenya kamu, pengagum rahasia…cieeeeeey, bakalan dapat penggantinya Reza nih”
“Hmmn, begitu yah” Ai menanggapi datar. Reina menyebut nama itu lagi, nama yang pengen sekali Ai melupakannya.
“Oops…Ai sayang, kenapa?” Reina menyadari perubahan ekspresi diwajah Ai, ”Aduh, aku salah ngomong yah?”
“Nggak apa-apa, kamu benar, mungkin sudah saatnya aku mencari penggantinya, mungkin dengan begitu aku bisa lupa” Ai berusaha tersenyum. Lalu akhirnya memeluk sahabatnya dan kemudian menangis lagi. Lagi dan lagi. Reina betu-betul merasa bersalah mengingatkan tentang Reza lagi. Segala sesuatu yang berhubungan dengan rangkaian huruf R_E_Z dan A itu kan selalu membuat Ai Sayang menangis. Reina lupa.
“Maafin Ren, Ai Sayang. Kenapa sih Ren bisanya minta maaf terus, selalu berbuat salah sama Ai. Ren bukan sahabat yang baik yah?”
“Nggak, Reina sahabat yang baiiik banget. Selalu nyediain tempat buat Ai yang cengeng untuk menangis, hiks.. minimal nyediain bajunya buat ngelap air mata dan tetesan ingus Ai…Srrrrrt.. hiks”
“What?” sambil menarik Ai menjauh dari badannya dan memandang sebagian pundaknya yang serasa lembab. “Waaah, nggak etis banget sih Non, iiiiikh…Jijik”
“Oh, jadi gitu. Nggak mau nerima?. Hiks hiks…huwaaaaa”
“I-iya….iya silahkan deh” lalu kembali mendekap Ai yang makin gencar mengucurkan air matanya. “Cup cup cup” Itung-itung menebus kesalahan Reina deh.
***
Bersambung lagi... ^_^
Bersambung lagi... ^_^

Comments
Post a Comment
Jangan keluar.....
sebelum meninggalkan Comment Ya......