Skip to main content

Mengisi Kekosongan Menanti Kekurangan

Tahun 2014 sudah memasuki bulan ke sembilannya, ketika saya ditugaskan untuk mendampingi seorang teman melaksanakan tugas yang berhubungan dengan penggajian pegawai di lingkup pemkot makassar.
Yup.. disinilah aku sekarang, dikantor balaikota makassar dengan bebunyian sekitar 8 mesin printer dot matrik yang saling sahut menyahut. Yang saya kerjakan adalah mencetak daftar kekurangan gaji untuk seluruh pegawai di Dinas Kesehatan, SKPD dimana saya bertugas. Kekurangan atas kenaikan gaji tahun 2014 yang sudah lama ditunggu2.

Ketika di pemda lain sudah menghabiskan bagian ini sejak beberapa waktu lalu, kota makassar baru memulainya. Mungkin karena inilah, para pegawai sangat menunggu2 cairnya kekurangan gaji.

Saya agak lega ketika akhirnya, pekerjaan ini dimulai juga. Why? Sudah terlalu banyak pertanyaan, kapan, kapan dan kapan?? Setiap kali bertemu orang2. Dan akhirnya saya punya jawabannya.

Hanya saja, yang membuat sedikit risih adalah kenapa harus dikerjakan di kantor balaikota... sy seperti terkunci, tidak bisa santai dan menikmati pekerjaan...

Sudah ya.. bye.

#mencobapostingdariaplikasibloggerandroid

I love you beib

Comments

Popular posts from this blog

FAIRY

Pengen deh jadi angel, Peri, bidadari atau apalah namanya... mereka tampak cantik sekali... Atau seperti putri2 dalam cerita dongeng. 

Bendahara Harus Mahir Pajak (Part 2)

Ehhem.... Singkirkan segala macam tumpukan kertas dari hadapanku... aku mau ngetik, ngisi blog .... mumpung lagi ada inspirasi dan kesempatan.......masa' iya tahun 2017 sudah di Septembernya tapi blogku masih kosonng. HAI HAI HAIIII... jumpa lagi dengan tulisan tak penting dari akuuuu... Assalamu alaikuuuum... Apa kabar? Udah pada nunggu lanjutan "Bendahara Harus Mahir Pajak"" Yaaaaa????  Apa?  ENGGAk??  HIKSss.. BUBAAArrrr... ..............

BENDAHARA HARUS MAHIR PAJAK (PART I)

Assalamualaikum.... Akhir-akhir ini jadi rempong sendiri melayani para bendahara pengeluaran pembantu alias bendahara di puskesmas yang sering bertanya soal pajak. Gimana cara ngitungnya, berapa tarifnya, apa jenis pajaknya, gimana SSP nya?? macam-macam lah pertanyaannya. Jadi bosan ditanya terus, bahkan sudah berulangkali dijelaskan juga masih bertanya lagi.... Saya sih maklum dan coba sabar ajah, mengingat latar belakang pendidikan mereka rata-rata dari ilmu kesehatan. Nah Loh, kok jadi bendahara?? yaa.. mau gimana lagi, kalo tenaga yang disediakan cuma itu. Seharusnya kan pekerjaan seperti itu ditangani oleh ahlinya juga, tapi APBD maupun APBN belum mampu untuk pengadaan pegawai lagi. Ah, kok malah bahas pengadaan pegawai. Back to topik....