Skip to main content
Assalamu alaikum.. dunia blog ku yang sepi adem ayem...

Saat ini saya lagi capek, lelah habis berkutat dengan kerjaan seharian yang tiada habisnya. Nungguin Kadis yang nggak kunjung nongol, cuma mau minta ttd doang, lama banget sih.

Huft... (Ngeluh lagi deh, maaf ya God, cuma disini, nggak ada yang dengar kok)

Saya butuh
banyak buanyak kesabaran dan senyum manis. Setiap hari persediaannya makin berkurang, saya rasa. Harus menghadapi puluhan orang dari puskesmas, melayani pelayan masyarakat. Nah, kalo saya melayani pelayan masyarakat, disebut apakah saya????
Bingung?? sudahlah, nggak usah dipikirin...
Nggak ada hadiahnya juga kalo bisa jawab.. hehehe.

****

Hmmnn.. kita bahas dia yuks!!!! (Mulai lagi deeh..)
Okay, siap mendengarkan...
Padahal saya sudah pernah bertekad untuk tidak mengingat, membahas dan membersitkannya dipikiran  lagi, tapi selama saya belum hilang ingatan yaa masih aja tetap ada... tau sendirikan kekuatan memori otak ciptaan Allah SWT, berapa besar dan banyaknya memori yang bisa dimuatnya... apa perlu saya minta orang mukulin kepala saya sampe ilang tuh ingatan, khawatirnya semua memori bahkan otak nya juga ikut ngilang, pan maunya yang bagian itu doang.

Dan juga sulit memang untuk betul-betul tidak membahasnya, karena selalu saja ada hal-hal yang membuat saya bisa membahasnya. Sekedar informasi saja, di tempat kerja saya sekarang ternyata ada seorang teman yang juga berteman dengan dia, dan kayaknya mereka cukup dekat, nah loh.

Setiap ada hal-hal baru yang terjadi mengenai dirinya, teman itu menyampaikan kepada saya. Dia ngirim salam lah, bilang dia sudah mau menikah, lalu akhirnya ketika anaknya mau di akiqah.... Duuuh, teman, andai kau tahu aku itu sudah tidak mau tahu apapun tentang dia, tapi nggak etis juga kalo ngomong begitu, dikiranya saya ini punya dendam kesumat... padahal??? padahal bukan begitu juga kaleeeee... Galau iya.


Kalau mau jujur, saya kasihan sama abi yang sudah sangat mencintai saya, tapi pikiran sayanya keluyuran mikirin dia. Secara hati nurani, saya juga sangat mencintai abi, tapi secara akal bulus (wkwkwk) tu orang masihhhhh saja ngehantuin padahal dia belum mate.

Mungkin sebenarnya yang membuat saya begini adalah rasa penasaran yang sampai sekarang belum terjawab. Lalu siapa yang mau menjawabnya, 
Kami masing-masing sudah memiliki kehidupan sendiri-sendiri, seolah-olah tidak ingin lagi mengungkit hal lama, seakan-akan kehidupan ini telah betul-betul membuat kami tangguh dan mementingkan ego sendiri sendiri. Kami berlomba-lomba menunjukkan siapa yang terbaik, siapa yang lebih bahagia, aku dengannya atau kamu dengan dia ataukah aku dan kamu... Apa yang sebenarnya telah terjadi dan akan terjadi itulah yang masih belum terjawab, Aku ingiiiiiiiiiiiiiiiin sekali jawabannya suatu saat nanti, aku harap.

Dan harapanku yang lainnya, suatu saat kami masih bisa bersama sebagai apapun itu.

***

eh, orang-orang puskesmas berdatangan lagi..
OK, sekian berita hari ini, saya Jeremy Fasolasido sampai jumpa di postingan selanjutnya.



Comments

Popular posts from this blog

FAIRY

Pengen deh jadi angel, Peri, bidadari atau apalah namanya... mereka tampak cantik sekali... Atau seperti putri2 dalam cerita dongeng. 

Bendahara Harus Mahir Pajak (Part 2)

Ehhem.... Singkirkan segala macam tumpukan kertas dari hadapanku... aku mau ngetik, ngisi blog .... mumpung lagi ada inspirasi dan kesempatan.......masa' iya tahun 2017 sudah di Septembernya tapi blogku masih kosonng. HAI HAI HAIIII... jumpa lagi dengan tulisan tak penting dari akuuuu... Assalamu alaikuuuum... Apa kabar? Udah pada nunggu lanjutan "Bendahara Harus Mahir Pajak"" Yaaaaa????  Apa?  ENGGAk??  HIKSss.. BUBAAArrrr... ..............

BENDAHARA HARUS MAHIR PAJAK (PART I)

Assalamualaikum.... Akhir-akhir ini jadi rempong sendiri melayani para bendahara pengeluaran pembantu alias bendahara di puskesmas yang sering bertanya soal pajak. Gimana cara ngitungnya, berapa tarifnya, apa jenis pajaknya, gimana SSP nya?? macam-macam lah pertanyaannya. Jadi bosan ditanya terus, bahkan sudah berulangkali dijelaskan juga masih bertanya lagi.... Saya sih maklum dan coba sabar ajah, mengingat latar belakang pendidikan mereka rata-rata dari ilmu kesehatan. Nah Loh, kok jadi bendahara?? yaa.. mau gimana lagi, kalo tenaga yang disediakan cuma itu. Seharusnya kan pekerjaan seperti itu ditangani oleh ahlinya juga, tapi APBD maupun APBN belum mampu untuk pengadaan pegawai lagi. Ah, kok malah bahas pengadaan pegawai. Back to topik....