Kepikiran pengen buat blog baru, dengan nama baru yang tak satu orangpun mengenaliku. Rencananya akan ku isi dengan betul2 isi hatiku, No Sensor lagi, tentang dia. Seharusnya dari awal aku membuat blog semacam itu, biar aku lebih bebas lagi mengeluarkan kata2ku, tak perlu ada yang aku sembunyikan. Tak perlu berulang kali dipikirkan apakah ini layak atau tidak. Tidak perlu takut dia membacanya.
Itu, semalam. Pas siang ini, ketika aku sudah berhadapan dengan monitor n keyboard, kok jadinya malas mikirin kata2 apa yang akan kutulis untuk memulai blog itu. Akhirnya, itu hanya tinggal rencana, yang jadi......malah postingan ini.
Postingan pertama September 2010, kayaknya nggak ada yang terlalu penting buat saya tinggalkan di sini. Cuma mau mengadukan rasa sakit yang akhir2 ini menggerogoti tubuhku.
Mulai sehari setelah lebaran, lututku rasanya sakit sekali, bahkan untuk berdiri shalatpun susah. Apalagi ketika harus melipatnya dalam duduk tawarrukKu... Aku dibuatnya menangis. Sakiiiit sekali.
Kemudian setelah itu aku mulai demam dan menyusul sakit kepala.... Aku jadi tidak nyenyak tidur. Kanan kiri atas bawah, kok sakit semua sih. Pas bangun tidur makin parah lagi. Mulut jadi kering, gusi berdarah dan bengkak. Aku kaget sekali, hari senin kemarin, seperti akan menjadi hari terakhir hidupku saja.
Alhamdulillah, sorenya semua terasa enakan. Aku sudah bisa bercengkrama dengan sepupu dan saudara di lapangan lagi, sesekali aku merasa butuh berbaring juga karena rasa pusingnya masih ada.
Hari berikutnya, aku pikir sudah sembuh total hanya dengan minum Paracetamol di hari sebelumnya. Tapi tidak, Sore hari rasa sakit dilutut kemudian berpindah ke pergelangan tangan dan kakiku, juga di kedua pundakku...dan sesekali menyerang leherku.
Sakit apa sih aku sebenarnya???
Padahal esok hari aku sudah harus masuk kerja, aku berdoa bisa segera sembuh sebelum pagi tiba.
Akhirnya aku harus masuk kerja dengan menahan semua rasa sakit itu. Takutnya atasan mengira kita cuma mau nambah2 hari libur...huft. Di tempat kerja pun, tidak bisa konsen. Lalu, karena kebanyakan duduk, rasa sakit baru bermunculan.... Ada nyeri dipangkal pahaku, bahkan rasanya lebih sakit dari yang sebelumnya jika aku berdiri dan berjalan. Hampir saja aku di buatnya terkapar jika tidak mampu menguasai badanku waktu itu.
***
Ya..Allah, aku terima semua rasa sakit ini, semoga dengannya Engkau menggugurkan dosa-dosaku.
Comments
Post a Comment
Jangan keluar.....
sebelum meninggalkan Comment Ya......