Sedih, selalu sedih kalo aku ingat dia lagi. Dia yang sama saja dengan bagian dirinya yang lain sebelumnya.
Tak pernah hilang kata ini disetiap catatan-catatanku. Kata "Sedih", bisa dibilang menjadi inspirasiku.
Dia, yang aku maksud di sini adalah orang yang amat sangat menyebalkan. Meskipun aku sudah tahu siapa sebenarnya dia, tapi tetap saja aku sedih. Kenapa dia nggak pernah berubah.
(Mungkin karena dia bukan Power ranger atau satria baja hitam..!@#$%)
Entahlah, aku nggak bisa menghindarinyta meski aku tahu bahwa dia punya niat yang gak baik.
Hatiku selalu bilang, jalani semuanya, Jalani secara normal. Terima, hadapi semua perlakuannya.
Toh, meskipun aku disakiti tetap dia yang akan bertanggungjawab kelak. Mempertanggungjawabkan setiap perbuatannya sendiri.
Karena di dunia ini aku bukanlah siapa-siapa, aku nggak berhak membalas, nggak punya daya.
(Nggak ada listriknya dounk.... hehehe, Ngerti nggak???)
***
Senang, karena ada getaran yang akhir-akhir ini aku rasakan tapi nggak bisa aku jelaskan.
Ada beberapa peristiwa2 kecilyang membuatku tersenyum. Karena jika aku jelaskan di sini, aku pikir mungkin akan ada kesalahpahaman
atau akan ada yang pipinya memerah
atau akan ada yang juga senyum-senyum seperti aku ketika menuliskan ini.
(Ayo-ayo... Apa yah kira-kira yang menggetarkan hati Vitri???, Siapa peduli??)
***
Sedih, Karena aku gak bisa bertemu teman-teman yang selalu menemaniku di Jakarta.
Aku nggak bisa lagi bertemu mbak Diana, Mbak Yenni dan Melinda. Teman-teman yang telah menjadi saudara di tempat asing bernama Jakarta.
Mbak Diana,
Makhluk manis dan imut di samping kananku. Kakak pertamaku. Cerewet, kantor serasa sepi jika dia nggak massuk. Lebih sepi ketika dibandingkan nggak ada suara music dari PCku.Hehehe (Peace, ya Mbak).
Nggak pernah berniat menyakiti hati orang lain, baiiiik banget.
Selalu ontime dan paling taat sama aturan.
Mbak Yenni
Mbak yang paling bijaksana. Kata-katanya selalu jadi inspirasiku juga. Kakak keduaku.
Seandainya bisa, aku selalu pengen nyatat setiap kata yang diucapkannya jika dia ngomong.
Aku terpesona pada tutur katanya yang sangat arif.
Melinda,
Receptionist yang manis. Gula di tengah sarang semut. Hehehe. Di kantor punya banyak secret admire. Mau disebutin???
Hmmn, jangan mi deh. Ntar orangnya tersipu malu. Yang jelasnya sih kurang lebih ada 5 orang yang naksir ma dia.
Tapi mereka musti patah hati karena Mel tetap setia ma Dhian_nya yang di Lampung. Oops...Hehehe.
Mereka bertiga yang paling dekat denganku. Untuk Mbak Diana, Mbak Yenni dan Mel, maafin aku jika mungkin nggak pernah ngasih kabar setelah pulang ke Makassar. Maafin yah.
Aku masih dilema, nggak tahu mau ngapain, nggak tahu mau bersikap gimana atas situasi itu.
Tapi kalian musti percaya kalo aku nggak mungkin lupa sama kalian. MMMMMuuuaaaacCCCChH...
***
Senang, karena sampai detik ini aku masih bisa bernafas. Masih diberi kesempatan hidup untuk menambah bekalku. Masih bisa mengutak-atik blogku, memasukkan postingan nggak penting ini.
Senang banget bisa membuat postingan lagi. Mudah-mudahan aku bisa secara berkala menuangkan isi kepala ke blog.
Rasanya Legaaaa banget, kalo sebagian isinya sudah dipindain. Jadi nggak numpuk semua di kepala yang mungkin bisa bikin Setreezz jika sudah over.
Oia, satu lagi yang bikin aku senang. Bisa bertemu teman lama yang dulu sempat terpisah karena dia pindah sekolah. Teman sebangku di SLTP yang hanya duduk bersamaku selama 2 caturwulan. Namanya Lily, Haaaaaaaai Lily.
Nggak nyangka bisa ketemu lagi, insya Allah bisa ketemu setiap saat nih sama calon dokter gigi Lily Ariani.
Ada yang aneh, dulu waktu SMP dia lebih tinggi dari aku. Sekarang aku yang lebih tinggi dari dia. Mungkin ini yang disebut iklan susu itu "Tumbuh tuh ke atas bukan ke samping"...hehehe,
Begitulah yang aku sampaikan ke Lily saat melihat postur tubuh kami masing2.
Lily tertawa, aku juga.
Kalo Kamu???
Tak pernah hilang kata ini disetiap catatan-catatanku. Kata "Sedih", bisa dibilang menjadi inspirasiku.
Dia, yang aku maksud di sini adalah orang yang amat sangat menyebalkan. Meskipun aku sudah tahu siapa sebenarnya dia, tapi tetap saja aku sedih. Kenapa dia nggak pernah berubah.
(Mungkin karena dia bukan Power ranger atau satria baja hitam..!@#$%)
Entahlah, aku nggak bisa menghindarinyta meski aku tahu bahwa dia punya niat yang gak baik.
Hatiku selalu bilang, jalani semuanya, Jalani secara normal. Terima, hadapi semua perlakuannya.
Toh, meskipun aku disakiti tetap dia yang akan bertanggungjawab kelak. Mempertanggungjawabkan setiap perbuatannya sendiri.
Karena di dunia ini aku bukanlah siapa-siapa, aku nggak berhak membalas, nggak punya daya.
(Nggak ada listriknya dounk.... hehehe, Ngerti nggak???)
***
Senang, karena ada getaran yang akhir-akhir ini aku rasakan tapi nggak bisa aku jelaskan.
Ada beberapa peristiwa2 kecilyang membuatku tersenyum. Karena jika aku jelaskan di sini, aku pikir mungkin akan ada kesalahpahaman
atau akan ada yang pipinya memerah
atau akan ada yang juga senyum-senyum seperti aku ketika menuliskan ini.
(Ayo-ayo... Apa yah kira-kira yang menggetarkan hati Vitri???, Siapa peduli??)
***
Sedih, Karena aku gak bisa bertemu teman-teman yang selalu menemaniku di Jakarta.
Aku nggak bisa lagi bertemu mbak Diana, Mbak Yenni dan Melinda. Teman-teman yang telah menjadi saudara di tempat asing bernama Jakarta.
Mbak Diana,
Makhluk manis dan imut di samping kananku. Kakak pertamaku. Cerewet, kantor serasa sepi jika dia nggak massuk. Lebih sepi ketika dibandingkan nggak ada suara music dari PCku.Hehehe (Peace, ya Mbak).
Nggak pernah berniat menyakiti hati orang lain, baiiiik banget.
Selalu ontime dan paling taat sama aturan.
Mbak Yenni
Mbak yang paling bijaksana. Kata-katanya selalu jadi inspirasiku juga. Kakak keduaku.
Seandainya bisa, aku selalu pengen nyatat setiap kata yang diucapkannya jika dia ngomong.
Aku terpesona pada tutur katanya yang sangat arif.
Melinda,
Receptionist yang manis. Gula di tengah sarang semut. Hehehe. Di kantor punya banyak secret admire. Mau disebutin???
Hmmn, jangan mi deh. Ntar orangnya tersipu malu. Yang jelasnya sih kurang lebih ada 5 orang yang naksir ma dia.
Tapi mereka musti patah hati karena Mel tetap setia ma Dhian_nya yang di Lampung. Oops...Hehehe.
Mereka bertiga yang paling dekat denganku. Untuk Mbak Diana, Mbak Yenni dan Mel, maafin aku jika mungkin nggak pernah ngasih kabar setelah pulang ke Makassar. Maafin yah.
Aku masih dilema, nggak tahu mau ngapain, nggak tahu mau bersikap gimana atas situasi itu.
Tapi kalian musti percaya kalo aku nggak mungkin lupa sama kalian. MMMMMuuuaaaacCCCChH...
***
Senang, karena sampai detik ini aku masih bisa bernafas. Masih diberi kesempatan hidup untuk menambah bekalku. Masih bisa mengutak-atik blogku, memasukkan postingan nggak penting ini.
Senang banget bisa membuat postingan lagi. Mudah-mudahan aku bisa secara berkala menuangkan isi kepala ke blog.
Rasanya Legaaaa banget, kalo sebagian isinya sudah dipindain. Jadi nggak numpuk semua di kepala yang mungkin bisa bikin Setreezz jika sudah over.
Oia, satu lagi yang bikin aku senang. Bisa bertemu teman lama yang dulu sempat terpisah karena dia pindah sekolah. Teman sebangku di SLTP yang hanya duduk bersamaku selama 2 caturwulan. Namanya Lily, Haaaaaaaai Lily.
Nggak nyangka bisa ketemu lagi, insya Allah bisa ketemu setiap saat nih sama calon dokter gigi Lily Ariani.
Ada yang aneh, dulu waktu SMP dia lebih tinggi dari aku. Sekarang aku yang lebih tinggi dari dia. Mungkin ini yang disebut iklan susu itu "Tumbuh tuh ke atas bukan ke samping"...hehehe,
Begitulah yang aku sampaikan ke Lily saat melihat postur tubuh kami masing2.
Lily tertawa, aku juga.
Kalo Kamu???
"Sedih, selalu sedih kalo aku ingat dia lagi"
ReplyDeletedia itu siapa
di jawab ya?
alank
Duuuuuh, Pangeranku yang sesungguhnya...kamu dimana sih.
ReplyDeleteKemana saja kamu?
@Alank : Adda deh....Wanna know aja, Lu...Yang jelasnya bukan qta...Hehehe.
ReplyDelete@Anonim : Wuiiiih.....Malu2ku deh..sudah baca yang itu yah??
cuma penasaran sama orang yg bisa menggetarkan hati vitri!!!! ntar jadi broken heart lagi...!!!!
ReplyDeleteWaaaah..ternyata ada yang peduli akan hal itu yah???
ReplyDelete