Skip to main content

Ini Soal Gampang Menyerah


Kemarin, seorang teman mengatakan bahwa aku adalah orang yang gampang menyerah. Tidak mau mengusahakan apa yang aku impikan. Aku ingin sekali membantahnya ketika dia mengatakan itu. Membantah dengan kata2 yang ingin aku sampaikan tapi tidak bisa aku lakukan. Aku nggak bisa menyusun kata2 pembantahan itu dalam waktu yang sekejap atau spontan saat itu juga.

Biar di sini aku ungkapkan penjelasan itu.

Aku, Vitri. 
Bukanlah orang seperti yang kau katakan. Gampang menyerah?? Huh...tidak sama sekali. Putus asa adalah hal yang paling dibenci Allah swt. 

Teman itu tanya apa aku sudah membaca kisah Tetralogi Laskar Pelangi? Katanya aku berkebalikan dengan kisah dalam novel itu.

Teman,
Vitri sudah menonton film Laskar Pelangi, kemudian telah membaca buku keduanya Sang Pemimpi, buku ketiga Edensor dan buku keempatnya Maryamah Karpov. Bahkan Tetralogi itu telah aku masukkan dalam daftar buku favoritku. Terus, bagaimana mungkin buku favorit itu tidak aku jadikan acuan, tidak aku ambil pelajaran darinya. Tidak mungkin lah, aku mengerti betul menurut buku itu, mimpi adalah kunci untuk menaklukkan dunia, maka raihlah mimpimu dan kau akan menaklukan dunia. Kira2 seperti itu.

Aku juga punya mimpi yang ingin aku wujudkan seperti yang telah aku tuliskan sebelumnya di blog ini. Aku punya cita2 dan banyak keinginan yang aku yakin bisa aku raih. Untuk meraih mimpi itu, aku juga sudah berusaha, berdoa lalu bertawakkal kepada Allah. Jadi dimana letak kata "Menyerah" yang dikatakan teman itu. Huft.

Aku pernah meninggalkan kampung halamanku untuk mencari sesuatu yang lebih baik di tempat yang jauh. Aku berusaha di sana, bekerja mendapatkan apa yang aku mau. Bekerja dan hidup sendiri di tempat itu. Tak ada keluarga, aku bertahan sendiri di atas kakiku. LALU, dimana kata "Menyerah"nya????

Aku tahu, kata menyerah yang dimaksud teman itu adalah dalam hal hati. Aku menyerah untuk mendapatkan orang yang aku sayangi.
Yaaa...klo itu memang benar. 
TAPI TIDAK PERLU KAU KATAKAN AKU BERKEBALIKAN DENGAN LASKAR PELANGI...!!!!! 
Itu Beda sekali bidangnya, beda masalahnya.

Untuk hatiku, 
hatiku yang pernah aku berikan kepada seseorang dengan setulusnya...(Iya Benner...!) tapi orang itu membuangnya, melempar jauh tanpa melihat kesucian hati itu. Apakah hal seperti itu pantas untuk aku perjuangkan?

Meski aku perjuangkan setengah mati tapi orang itu juga akan menolak setengah hidup. Hehehe

Cinta itu memang tidak pernah ada jadi apa yang harus aku perjuangkan?? Jika aku nekad, itu namanya nggak tahu malu. Sudah dihancurkan juga masih ngotot untuk disatukan lagi. Meski pake lem tikus juga nggak bakalan bisa nyatu lagi. (Kl lem Gajah mungkin bisa ya???)

Kalaupun sampai detik ini aku masih ingin tahu kabarnya, masih mencari-cari kesemua media untuk mengetahui apa yang dilakukannya, itu hanya karena aku memang care sama dia. Tapi itu tidak berarti aku harus memiliki dia, ya khan? (Ayo bilang iya..!!!). Kalo kata Mulan ama Mitha, Cinta ini cinta yang tak perlu mendapatkan balasan cinta, meski hatiku perih menahan cinta yang terluka.

Aku juga sudah nggak tahu mau bersikap gimana jika bertemu dia. Marah, senang, cuek atau sok nggak ada apa2. Aku nggak tahu apakah aku masih berharap untuk melihatnya.
Kemarin juga, ketika dalam perjalanan ke suatu tempat aku melihat sesosok yang mirip banget denganya. Dadaku langsung sesak, air mataku pengen keluar. Lalu apa yang akan terjadi jika sosok itu betul2 ada dihadapanku. Ya Tuhanku, tolong aku.

Jadi, lebih baik aku menyerah untuk mendapatkan hatinya dan mencari yang lebih baik dari dia. Toh, dia memang nggak baik buat aku. Dan Tetap semangat untuk mengejar impian2 yang lain.

My Life must go on without him.
Cayooooo, Ganbatte.

Comments

  1. kayaknya, perasaan mu ke dia terlalu dalam....!!!!
    lupakan saja dia, pelan-pelan saja kata kotak.....!!

    ReplyDelete
  2. Entahlah yang teralu dalam itu perasaan sayang atau sakit hati.....???

    ReplyDelete

Post a Comment

Jangan keluar.....
sebelum meninggalkan Comment Ya......

Popular posts from this blog

FAIRY

Pengen deh jadi angel, Peri, bidadari atau apalah namanya... mereka tampak cantik sekali... Atau seperti putri2 dalam cerita dongeng. 

Bendahara Harus Mahir Pajak (Part 2)

Ehhem.... Singkirkan segala macam tumpukan kertas dari hadapanku... aku mau ngetik, ngisi blog .... mumpung lagi ada inspirasi dan kesempatan.......masa' iya tahun 2017 sudah di Septembernya tapi blogku masih kosonng. HAI HAI HAIIII... jumpa lagi dengan tulisan tak penting dari akuuuu... Assalamu alaikuuuum... Apa kabar? Udah pada nunggu lanjutan "Bendahara Harus Mahir Pajak"" Yaaaaa????  Apa?  ENGGAk??  HIKSss.. BUBAAArrrr... ..............

BENDAHARA HARUS MAHIR PAJAK (PART I)

Assalamualaikum.... Akhir-akhir ini jadi rempong sendiri melayani para bendahara pengeluaran pembantu alias bendahara di puskesmas yang sering bertanya soal pajak. Gimana cara ngitungnya, berapa tarifnya, apa jenis pajaknya, gimana SSP nya?? macam-macam lah pertanyaannya. Jadi bosan ditanya terus, bahkan sudah berulangkali dijelaskan juga masih bertanya lagi.... Saya sih maklum dan coba sabar ajah, mengingat latar belakang pendidikan mereka rata-rata dari ilmu kesehatan. Nah Loh, kok jadi bendahara?? yaa.. mau gimana lagi, kalo tenaga yang disediakan cuma itu. Seharusnya kan pekerjaan seperti itu ditangani oleh ahlinya juga, tapi APBD maupun APBN belum mampu untuk pengadaan pegawai lagi. Ah, kok malah bahas pengadaan pegawai. Back to topik....