Skip to main content

KONFLIK

“AKU JUGA PUNYA TANGGUNG JAWAB”, dengan nada marah Vani mengucapkan kata-kata itu ketika keluar dari ruangan supervisornya.

Entah apa yang terjadi di dalam ruangan itu. Mungkin terjadi perdebatan antara Vina dengan pak Firman. Kira-kira sekitar 20 menit Vani di ruangan itu. Dan sangat mengagetkan kami, Aku dan Dina ketika dia keluar dengan nada marah seperti tadi lalu tiba-tiba wajahnya sedih dan menagis.

Suasana sore itu berubah menjadi sedikit tegang, padahal beberapa menit yang lalu kami masih tertawa bersama. Aku, Dina, Yuni dan Vani. Mungkin karena kami terlalu banyak tertawa lalu kemudian kami harus bersedih sekarang.

Aku dan Dina masih belum tahu apa yang terjadi ketika mendekati Vani.

Ada apa Van?, Kenapa kau menagis?”

Vani diam. Masih merebahkan wajah di meja kerjanya dan terdengar isak tangis yang ditahan tapi kami mendengarnya dengan jelas.

“Apa yang terjadi Van?”

Dia masih diam.

“Ayolah Van, kami nggak tahu harus berbuat apa karena kami nggak mengerti masalahmu”.

“Dia atasan yang egois. Nggak pernah mengerti. Aku sakiiit hati diperlakukan seperti ini terus” Akhirnya Vani bicara.

“Dia memperlakukanmu bagaimana? Bukankah selama ini semuanya baik-baik saja?”, Tanya Dina dengan sangat ingin tahu.




>>> to be continued..........

Comments

  1. yeee....bikin penasaran saja ceritanya!!!

    ReplyDelete
  2. Untuk cerita ini kayaknya kagak bakalan selesai deh... aku lupa gimana lanjutannya...
    hihihi...
    waktu itu aku nulisnya tiba-2 aja waktu ngeliat temen kantor aku dimarahin atasannya..

    ReplyDelete

Post a Comment

Jangan keluar.....
sebelum meninggalkan Comment Ya......

Popular posts from this blog

FAIRY

Pengen deh jadi angel, Peri, bidadari atau apalah namanya... mereka tampak cantik sekali... Atau seperti putri2 dalam cerita dongeng. 

Bendahara Harus Mahir Pajak (Part 2)

Ehhem.... Singkirkan segala macam tumpukan kertas dari hadapanku... aku mau ngetik, ngisi blog .... mumpung lagi ada inspirasi dan kesempatan.......masa' iya tahun 2017 sudah di Septembernya tapi blogku masih kosonng. HAI HAI HAIIII... jumpa lagi dengan tulisan tak penting dari akuuuu... Assalamu alaikuuuum... Apa kabar? Udah pada nunggu lanjutan "Bendahara Harus Mahir Pajak"" Yaaaaa????  Apa?  ENGGAk??  HIKSss.. BUBAAArrrr... ..............

BENDAHARA HARUS MAHIR PAJAK (PART I)

Assalamualaikum.... Akhir-akhir ini jadi rempong sendiri melayani para bendahara pengeluaran pembantu alias bendahara di puskesmas yang sering bertanya soal pajak. Gimana cara ngitungnya, berapa tarifnya, apa jenis pajaknya, gimana SSP nya?? macam-macam lah pertanyaannya. Jadi bosan ditanya terus, bahkan sudah berulangkali dijelaskan juga masih bertanya lagi.... Saya sih maklum dan coba sabar ajah, mengingat latar belakang pendidikan mereka rata-rata dari ilmu kesehatan. Nah Loh, kok jadi bendahara?? yaa.. mau gimana lagi, kalo tenaga yang disediakan cuma itu. Seharusnya kan pekerjaan seperti itu ditangani oleh ahlinya juga, tapi APBD maupun APBN belum mampu untuk pengadaan pegawai lagi. Ah, kok malah bahas pengadaan pegawai. Back to topik....