Skip to main content

Doaku


Aku pernah membaca sebuah penggalan doa. Aku lupa dimana pernah membacanya dan aku tidak tahu siapa yang memanjatkan doa itu untuk pertama kalinya. Yang aku tahu adalah aku sangat menyukai isi dari doa tersebut. Seperti ini:
Doaku..........
Ya Allah, aku berdoa untuk seorang pria yang akan menjadi bagian dari hidupku.
Seseorang yang sungguh mencintaiMu lebih dari segala sesuatu.
Seorang pria yang akan meletakkanku pada posisi kedua di hatinya setelah Engkau.
Buatlah aku menjadi seorang wanita yang dapat membuat pria itu bangga akan aku.
Berikan aku sebuah hati yang sungguh mencintaiMu, sehingga aku dapat mencintainya dengan cintaMu, bukan mencintainya dengan sekedar cintaku.
Berikanlah aku rohMu yang lembut, sehingga kecantikanku datang dariMu bukan dari luar diriku.
Berikanlah aku tanganMu, sehingga aku selalu mampu berdoa untuknya.
Berikanlah aku mataMu, sehingga aku dapat melihat banyak hal baik dalam dirinya.
Aku tahu bahwa Engkau menginginkan kami bertemu pada waktu yang tepat dan Engkau membuat sesuatu indah pada waktu yang telah engkau tentukan.
Amin ya Rabbal Alamin.

Comments

  1. Nice...
    Semoga doanya terkabul..
    Elok lagi kalau tidak terlalu mengulang kata yg sama secara berdekatan...cuma saran hehe..

    ReplyDelete

Post a Comment

Jangan keluar.....
sebelum meninggalkan Comment Ya......

Popular posts from this blog

FAIRY

Pengen deh jadi angel, Peri, bidadari atau apalah namanya... mereka tampak cantik sekali... Atau seperti putri2 dalam cerita dongeng. 

Bendahara Harus Mahir Pajak (Part 2)

Ehhem.... Singkirkan segala macam tumpukan kertas dari hadapanku... aku mau ngetik, ngisi blog .... mumpung lagi ada inspirasi dan kesempatan.......masa' iya tahun 2017 sudah di Septembernya tapi blogku masih kosonng. HAI HAI HAIIII... jumpa lagi dengan tulisan tak penting dari akuuuu... Assalamu alaikuuuum... Apa kabar? Udah pada nunggu lanjutan "Bendahara Harus Mahir Pajak"" Yaaaaa????  Apa?  ENGGAk??  HIKSss.. BUBAAArrrr... ..............

BENDAHARA HARUS MAHIR PAJAK (PART I)

Assalamualaikum.... Akhir-akhir ini jadi rempong sendiri melayani para bendahara pengeluaran pembantu alias bendahara di puskesmas yang sering bertanya soal pajak. Gimana cara ngitungnya, berapa tarifnya, apa jenis pajaknya, gimana SSP nya?? macam-macam lah pertanyaannya. Jadi bosan ditanya terus, bahkan sudah berulangkali dijelaskan juga masih bertanya lagi.... Saya sih maklum dan coba sabar ajah, mengingat latar belakang pendidikan mereka rata-rata dari ilmu kesehatan. Nah Loh, kok jadi bendahara?? yaa.. mau gimana lagi, kalo tenaga yang disediakan cuma itu. Seharusnya kan pekerjaan seperti itu ditangani oleh ahlinya juga, tapi APBD maupun APBN belum mampu untuk pengadaan pegawai lagi. Ah, kok malah bahas pengadaan pegawai. Back to topik....