Skip to main content

Posts

Showing posts from August, 2009

ICUL (By: Sastrasukabumi)

Arya mengambil anak kunci di saku celananya. Setelah itu memasukkannya ke lubang kunci di daun pintu. Ditekannya handel pintu itu. Lantas ia mendorong daun pintu rumah kost kami. Dan pintu itu terbuka lebar. Kami pun bergerombol masuk ke dalam ruangan yang hanya terdapat satu sofa, satu meja dan pesawat televisi itu. Ucok langsug menghidupkan layar kaca 21 inch. Sedang aku pergi ke dapur. Membuat tiga cangkir kopi hitam untuk kami bertiga. Dan setelah jadi benda kesukaan kami itu aku bawa ke ruang tamu. Di sana Ucok dan Arya telah asyik memelototi layar kaca itu. “Gue yakin Inggris akan menang. Kejayaan Brasil telah lewat,” Ucok berkomentar tentang pertandingan sepakbola yang akan kami tonton. “Betul, Brasil tidak ada apa-apanya lagi. Sekarang giliran Inggris,” tambahku menguatkan pertandingan perempat final Piala Dunia 2002 yang diadakan di Shuzuka Jepang itu. “Belum tentu. Lihat aja, sejak babak penyisihan Brasil sudah bagus. Semua dilibasnya,” Arya tidak mau kalah. Dan kami berseman...

I Don't Know Him Anymore

Aku tidak ingin mengenalnya lagi. Semua tentangnya sudah aku jauhkan dariku. Aku merasa capek juga untuk menghilangkan itu semua. Karena terlalu banyak yang aku tahu tentang dia. Buat apa terus menyimpannya kalau dia sendiri nggak menganggapku. Lagian kenangan apa yang bisa aku simpan??? NGGAK ADA. Tapi, benarkah dia sudah betul-betul terdelete dalam hidupku?. Mungkin jawabanya "Belum" . Iyaa...aku akui itu. Belum. Sudah beberapa kali aku menulis "Ketetapan" seperti ini dalam hati dan diaryku, dan sudah beberapa kali juga aku melanggar ketetapan itu. (Dasar Wanita nggak punya prinsip yaaaa....). Menghindar dengan pergi merantau di tempat yang jauh pun nggak bisa. Nggak bisa aku menghilangkan rasa 2S (baca:sayang dan sakit) itu. Insya Allah suatu saat semuanya akan terdelete sempurna. Deleted Complete. Satu persatu, perlahan-lahan, biar rasa sakit itu sedikit demi sedikit menjauh. Aku capek menangisinya terus. Persediaan air mataku sudah hampir habis kali ya...(Heh...