Skip to main content

Posts

Showing posts from February, 2010

Ini Soal Gampang Menyerah

Kemarin, seorang teman mengatakan bahwa aku adalah orang yang gampang menyerah. Tidak mau mengusahakan apa yang aku impikan. Aku ingin sekali membantahnya ketika dia mengatakan itu. Membantah dengan kata2 yang ingin aku sampaikan tapi tidak bisa aku lakukan. Aku nggak bisa menyusun kata2 pembantahan itu dalam waktu yang sekejap atau spontan saat itu juga. Biar di sini aku ungkapkan penjelasan itu.

Alhamdulillah

Alhamdulillah banget ya Rabb... Aku sudah mendapatkan pekerjaan lagi tanpa harus menganggur terlalu lama. Nggak enak banget rasanya jadi orang yang nggak punya kerjaan. Apalagi setelah sebelumnya sempat kerja. Rasanya jadi aneh tiba-tiba bisa bangun telat tiap pagi. Abis itu nggak ngapa2in, klo ada cucian di keranjang pakaian kotor, yaaa aku jadi karyawan laundry, kadang juga jadi Office Girl di rumah sendiri, kadang jadi makhluk penggemar pulau kapuk. Hehehe. 

Sedihku Senangku

Sedih, selalu sedih kalo aku ingat dia lagi. Dia yang sama saja dengan bagian dirinya yang lain sebelumnya. Tak pernah hilang kata ini disetiap catatan-catatanku. Kata "Sedih", bisa dibilang menjadi inspirasiku.

Dear.....Kamu,

Hmmn... Apa yang ada dipikiranmu, selalu saja kamu buat Vitri begini. Kamu pikir vitri bisa apa mengerti yang kamu pengen klo kamu nggak nyampeinnya dengan bahasa yang vitri ngerti.  Jangan pake bahasa isyarat kayak gini. Vitri nggak ngerti. Yang bisa vitri ngerti adalah setiap kata yang diucapkan dengan bahasa yang jelas yang disampaikan teman-teman vitri bahwa kamu begini begitu. Lalu kamu bilang "Itu yang kita dengar dari temanta, nggak tahuki yang sebenarnya" Emang.

Nasihat Rasulullah SAW untuk putrinya

Suatu hari Rasulullah S.A.W menyempatkan diri berkunjung kerumah Fatimah az-zahra. Setiba dikediaman putri kesayangannya itu, Rosulullah berucap salam & kemudian masuk. Ketika itu didapatinya Fatimah tengah menangis sambil menggiling Syaiir ( Sejenis Gandum ) dengan penggilingan tangan dari batu. Seketika itu Rosul bertanya kepada putrinya. “ Duhai Fatimah, apa gerangan yang membuat engkau menangis ? Semoga Allah tidak menyebabkan matamu berderai.” Fatimah menjawab. “ Wahai Rosulullah, Penggilingan dan Urusan rumah tangga inilah yang menyebabkan Ananda menangis.” Kemudian